Ketika Saksi Ungkap Group Korban Tipu-Tipu di Sidang Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 11 November 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 337 2307892 ketika-saksi-ungkap-group-korban-tipu-tipu-di-sidang-nurhadi-lmVpStJFec.jpg Agung Dewanto saat bersaksi di persidangan Nurhadi (foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan seorang saksi bernama Agung Dewanto, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Agung Dewanto yang merupakan pengusaha korban penipuan, bersaksi untuk terdakwa mantan Sekretaris MA, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Dalam persidangan itu, Agung mengungkapkan, sempat masuk ke dalam sebuah group korban tipu-tipu. Group tersebut berisikan orang-orang yang menjadi korban penipuan. Kemudian, Agung mengaku sempat ditawari bantuan oleh seorang notaris bernama Devi untuk mengurus perkaranya.

"Saya masuk di grup korban tipu-tipu. Ada namanya Bu Devi, dia bilang, 'Pak mau enggak saya tolong, ini bapak dibantu nanti sama orang TOP'. Saya tanya, siapa bu? 'Wis pokoknya ada'. Siapa dulu bu? 'Ya sama Pak Nurhadi'. Ya sudah," beber Agung kepada Jaksa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020).

Baca juga:

Kubu Nurhadi Tanggapi Kesaksian Mantan Anak Buah Menantunya di Persidangan

Saksi Akui Ada Aliran Uang Miliaran Rupiah dari Hiendra Soenjoto untuk Menantu Nurhadi

KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Hiendra Soenjoto Penyuap Nurhadi

Jaksa lantas mengonfirmasi Agung soal sosok Nurhadi. Agung mengaku mengetahui sosok Nurhadi sebagai Sekretaris MA dari media. Alhasil, Agung pun sepakat untuk bertemu dengan Nurhadi untuk mengurus perkaranya.

Agung mengaku janjian untuk bertemu dengan Nurhadi di sebuah hotel. Namun, ketika bertemu, wajah Nurhadi berbeda dengan yang dilihatnya di media. Menurut Agung, wajah Nurhadi jauh lebih muda. Ternyata, yang ditemui Agung saat itu bukan Nurhadi melainkan menantunya, Rezky Herbiyono.

"Akhirnya ketemu di (hotel) Shangrila. Ketemu diajak naik ke kamar hotel lalu ketemu, loh kok masih muda ini. Habis ketemu, dia ngomong masalahnya apa dia ceritakan saya minta saya yang lengkap, nanti saya bicara sama partner saya," terangnya.

 

Sebelum dipertemukan dengan Rezky, kata Agung, Devi selaku Notaris sempat membicarakan soal biaya mengurus perkara. Devi pun menjanjikan Nurhadi dan Rezky bisa memenjarakan orang yang menipu Agung.

"Bu Devi tanya, apakah ada biayanya kata Bu Devi, ini bisa bagi hasil. Bapak tandatangan aja penyerahan surat kuasa aja. Setelah itu saya lapor ke Albert. Pak, katanya ada orangnya Pak Nurhadi, terus bisa memenjarakan Iwan Liman dan lain-lain," pungkasnya.

Sekadar informasi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini