Cerita Soekanto Tjokrodiatmodjo, Pahlawan Tak Tergantikan Polri di Masa Penjajahan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 11 November 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 337 2307625 cerita-soekanto-tjokrodiatmodjo-pahlawan-tak-tergantikan-polri-di-masa-penjajahan-Od1HhMZHcR.jpg Soekanto Tjokrodiatmodjo (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan satu dari enam pahlawan nasional yang ditetapkan Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 117/TK/Tahun 2020.

Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan pahlawan nasional dari Provinsi DKI Jakarta. Dia lahir di Bogor 7 Juni 1908. Pada tahun 1928, Soekanto muda aktif dalam pergerakan kepanduan Bangsa Indonesia Jong Java dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Masa penjajahan Belanda pada 1942, Soekanto menjabat sebagai Komisaris Tingkat I di Kantor Shucokan Jakarta. Sejarah mencatat Soekanto merupakan Kapolri pertama di Indonesia yang menjabat pada 1945-1959.

Sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Soekanto berjasa membenahi pendidikan dan menggagas Akademi Polisi Mertoyudan selepas peninggalan penjajahan Belanda.

Soekanto didapuk memimpin operasi kepolisian menghadapi pemberontakan DI/TII pada 1947-1957, hingga mengemban misi pemerintah ke luar negeri dan anggota delegasi Konferensi Meja Bundar pada 1948-1950.

Periode 1948-1950 Soekanto tak tergantikan dalam memimpin Kepolisian Republik Indonesia Serikat (RIS). Atas jasanya, ia dianugrahi Satya Lencana berdasarkan Keputusan Presiden RI tertanggal 18 Mei 1961.

Ada cerita menarik saat Soekanto akan diangkat sebagai Jendral polisi. Kala itu, Sekretaris Presiden, Moehono menyampaikan berita bahwa penyematan bintang tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Bhayangkara 1 Juli 1968.

Bukannya bahagia akan diangkat jadi jendral polisi, Soekanto malah menyatakan bahwa dirinya sudah tidak memiliki baju dinas dan sipil yang baru, yang layak untuk dikenakan dalam upacara besar.

Mendengar cerita itu, Presiden Soeharto juga menggunakan baju dinas lama dalam upacara pengangkatan Jendral Soekanto.

Soekanto juga dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama Kelas I dan Satya Lencana Dasa Warsa yang disematkan oleh Kapolri Jendral Hoegeng Imam Santoso.

Soekanto wafat pada tanggal 25 Agustus 1993 dan dimakamkan satu liang lahat dengan istrinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Untuk menghormati jasa-jasanya, namanya diabadikan dalam Rumah Sakit Polri Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini