Brigadir AM, Polisi Penembak Mahasiswa Kendari Dituntut 4 Tahun Penjara

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 10 November 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 337 2307527 brigadir-am-polisi-penembak-mahasiswa-kendari-dituntut-4-tahun-penjara-m9hPZIAP3O.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Brigadir Abdul Malik (AM) empat tahun penjara atas penembakan mahasiswa Kendari dan ibu hamil saat unjuk rasa penolakan RUU KUHPidana dan UU KPK 2019 silam.

Koordinator JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Herlina Maruf mengatakan, pihaknya menyebut bahwa Brigadir AM terbukti bersalah karena membawa senjata api saat mengamankan aksi demo hingga mengakibatkan tewasnya La Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan seorang ibu hamil mengalami luka.

“Meminta majelis hakim menyatakan bersalah terdakwa Brigadir Abdul Malik, dan memidanakan terdakwa Brigadir AM (selama) empat tahun penjara karena terbukti menyebabkan kematian orang lain, dan melukai orang lain,” kata Herlina saat dihubungi iNews melalui telepon, Selasa (10/11/2020).

Herlina menjelaskan, tuntutan tersebut berdasarkan pada perbuatannya yang melanggar Pasal 359 dan Pasal 360 Ayat (2) KUH Pidana. Pada Pasal 359, terkait perbuatan lalai Brigadir AM yang menyebabkan kematian. Kemudian Pasal 360 Ayat (2), mengatur tentang kealpaan yang menyebabkan orang lain luka-luka.

Baca Juga: Brigadir AM Ditetapkan Jadi Tersangka Penembak Mahasiswa di Kendari 

Dia mengatakan, pemberatan Brigadir AM karena tidak menjalankan prosedur pengamanan yang sudah diperintahkan oleh Polri. Brigadir AM membawa senjata api.

“Bahwa terdakwa Brigadir AM, menjalankan perintah pengamanan, tetapi menyalahi perintah atasannya dengan tidak boleh membawa senjata api, atau pistol,” terang Herlina.

Adapun sebagai hal yang meringankan terdakwa, Brigadir AM selama persidangan membantu kelancaran pembuktian. Brigadir AM juga diketahui masih memiliki tanggungan keluarga.

"Terdakwa juga membantu pengobatan ibu hamil yang tertembak. Ibu hamil juga menanggap itu sebagai musibah," jelasnya.

Brigadir AM terlibat melakukan pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa penolakan RUU KUHP dan UU KPK 2019 di depan Gedung DPRD Kendari 2019. Dalam pengamanan tersebut, Brigadir AM membawa senjata api yang berpeluru tajam.

Baca Juga:  Tuntut Pengungkapan Kasus Penembakan Mahasiswa, Massa di Kendari Blokir Jalan

Saat mengamankan demonstrasi, Brigadir AM melepaskan tembakan, saat aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung rusuh. Aksi lepas tembakan tersebut, menewaskan La Randi. Peluru dari senjata Brigadir AM, juga mengenai seorang ibu hamil di bagian kakinya.

Mahasiswa lainnya yang juga tewas yakni Yusuf Qardawi akibat dipukuli satuan pengamanan. Dari hasil autopsi jenazah, diketahui Yusuf Qardawi, hilang nyawa akibat pukulan benda keras di bagian kepala.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini