ICW Minta KPK Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan Kasus Djoko Tjandra

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 10 November 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 337 2307295 icw-minta-kpk-terbitkan-surat-perintah-penyelidikan-kasus-djoko-tjandra-lhBSL3m0Sd.jpg Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (tengah) (Foto: Sindo)

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menerbitkan surat perintah penyelidikan terkait perkara Djoko Tjandra. Sebab, menurut ICW, ada banyak pihak yang belum terungkap dalam perkara tersebut.

"ICW beranggapan KPK harus segera bertindak dengan menerbitkan surat perintah penyelidikan terhadap perkara ini. Sebab, ICW meyakini masih banyak peran dari pihak-pihak lain yang belum terungkap secara terang benderang," ujar Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: Djoko Tjandra Tegaskan Tak Beri Sepeser Uang ke Pinangki 

Maka, ICW mendesak KPK agar mencermati setiap fakta-fakta yang muncul dalam proses persidangan dalam perkara dugaan suap, gratifikasi hingga pemufakatan jahat permintaan fatwa ke Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung (Kejagung).

"ICW mendesak agar KPK memperhatikan pengakuan para saksi dalam perkara Pinangki Sirna Malasari. Ini penting untuk melihat potensi keterlibatan pihak lain dalam perkara suap pengurusan fatwa Kejaksaan Agung ke Mahkamah Agung," tegas Kurnia.

Kurnia mengatakan, salah satu fakta yang harus dicermati KPK, yakni mengenai keterangan Rahmat yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan pada Senin 9 November 2020.

Rahmat disebut sebagai pihak yang memperkenalkan Pinangki kepada Djoko Tjandra. Rahmat juga membenarkan adanya pernyataan Pinangki mengenai sosok 'king maker' yang akan mengurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

Baca Juga: Djoko Tjandra Enggan Ungkap Inisial "HA" dalam Action Plan 

Tidak hanya itu, Rahmat juga sempat menyinggung atasan Pinangki yang disebutnya akan mengkondisikan saat dirinya dipanggil untuk diperiksa Jamwas Kejagung.

"KPK dapat memulai dengan pengakuan dari saksi Rahmat yang menyebutkan bahwa Pinangki sempat mengatakan bahwa atasannya sudah mengkondisikan perkara ini. Pertanyaan lanjutannya siapa atasan yang dimaksud? Apakah atasan dari institusi tempat dimana Pinangki selama ini bekerja?" pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini