Ketua Tim Riset Unpad Tegaskan Vaksin Jadi Harapan Memutus Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 10 November 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 337 2307223 ketua-tim-riset-unpad-tegaskan-vaksin-jadi-harapan-memutus-covid-19-2o7fm89uOT.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil menegaskan, bahwa Covid-19 adalah penyakit menular yang mematikan. Apalagi angka kasusnya saat ini di dunia lebih dari 50 juta kasus.

“Kita harus memberi keyakinan pada masyarakat, bahwa penyakit ini betul-betul sangat menular dan juga menyebabkan angka kematian yang tinggi sekali. Sekali lagi saya menekankan bahwa kita sudah 10 bulan, yang sakit itu sudah jutaan kan, 50 juta seluruh dunia. Dan yang meninggal juga sudah sekian juta,” kata Kusnandi dalam dialog khusus KCP PEN secara virtual, Selasa (10/11/2020).

Baca juga:

Wali Kota Bekasi Klaim Angka Kematian Akibat Covid-19 Cuma 2 Persen

Cost Operasional Tinggi, Mobil Ambulans Desa Ogah Angkut Pasien Covid-19   

Sehingga, tegas Kusnandi bahwa vaksin menjadi harapan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dan, kata Kusnandi ketika vaksin sudah ditemukan tentu masyarakat dianjurkan untuk digunakan agar masyarakat terlindungi dari Covid-19.

“Kita sebagai tenaga kesehatan harus mencari obatnya, harus mencari vaksinnya. Nah kalau udah ketemu vaksinnya, maka kita tentu menganjurkan untuk digunakan kepada masyarakat. Agar masyarakat kita itu terlindung dari penyakit ini, sehingga dia dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat menghasilkan untuk keluarganya dan juga menghasilkan untuk negara dan bangsa tetunya,” tegasnya.

Selain itu, Kusnandi mengatakan bahwa banyak penyakit terutama pneumonia di Indonesia yang berhasil dicegah dengan vaksin.

“Indonesia itu banyak TBC terutama, dan itu bisa dicegah dengan vaksin. Banyak pneumonia bisa dicegah. Kemudian diare, bahwa penyebab itu juga penyebab kematian Indonesia itu kebanyakan anak-anak oleh karena pneumonia dan diare dan itu hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Sehingga kita harus peduli betul dengan imunisasi,” kata Kusnandi.

 

Meskipun, di Indonesia, kata Kusnandi bahwa cakupan Indonesia bersih dari pneumonia masih 65%.

“Nah sekarang cangkupan di Indonesia hanya 65 persen, sedangkan di Amerika yang sudah bersih dari segala macam pneumonia itu 97 persen. Nah kita hanya 65 persen, itu paling kurang bagus kalau dibandingkan dengan yang lain,” tuturnya.

Sehingga, tegas Kusnandi, bahwa cakupan imunisasi di Indonesia juga harus ditingkatkan untuk mencegah penyakit yang hanya bisa dicegah dengan vaksin.

“Jadi kita harus meningkatkan, bekerja berat ya harus berjuang keras bagaimana caranya cakupan imunisasi di Indonesia itu meningkat. Karena penyakit-penyakit pada anak, yang hanya dapat dicegah oleh imunisasi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini