Kisah Kopral Bakri, Legenda Hidup Marinir Berusia Hampir 100 Tahun

Ali Masduki, Koran SI · Senin 09 November 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 337 2306769 kisah-kopral-bakri-legenda-hidup-marinir-berusia-hampir-100-tahun-l4tDxUyBR8.jpg Foto: Sindonews

SURABAYA – Jelang Hari Pahlawan, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, menyambangi Kopral (purn) Bakri, seorang pejuang kemerdekaan, sekaligus pelaku sejarah cikal bakal terbentuknya KKO AL atau yang sekarang disebut Korps Marinir di kediaman Jalan Melati Kelurahan Kejambon Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (09/11/2020).

(Baca juga: Komando Operasi Merapi, Aksi Sarwo Edhie Tumpas Perwira Pro PKI)

Suhartono bertatap muka langsung dengan Kopral Bakri untuk mengetahui kondisi pejuang sekaligus pelaku sejarah terbentuknya cikal bakal Korps Marinir maupun keluarganya.

(Baca juga: Keren! Semua Alutsista TNI Akan Berbasis Digital)

Kegiatan tersebut juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana Korps Marinir merayakan HUT Ke 75 Tahun 2020 dengan cara bersilaturahmi dan berbagi ke sesama.

Kopral Bakri merupakan purnawirawan berusia 90 tahun yang juga mantan prajurit Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut atau prajurit pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) CA IV di Kota Tegal.

Ditemui di kediamannya di Jalan Cempaka, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Kopral KKO Purn Bakri dengan semangat menceritakan kisah perjuangannya melawan penjajah yang sudah menduduki Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pada tahun 1947, kapal induk Amerika di tengah laut datang mendarat kemari (Tegal) dan menembakkan rudal. Peristiwa itu banyak makan korban," terangnya.

Tidak lama kemudian, Sekutu kembali menyerang dari arah selatan dengan menggunakan tank. Kala itu tentara Sekutu diboncengi Belanda yang berniat kembali untuk menjajah Indonesia.

"Tentara kita mundur. Mempertahankan pasukan ke daerah Karangmalang. Karangmalang masih Hutan Jati. Di situ tidak lama, kurang lebih dua bulan. Kemudian pindah dengan merayap selama dua malam ke Penggarit, Pemalang," ucapnya.

Di situ, kata Bakrie, tentara Indonesia kembali diserang oleh Belanda yang menyerang dari udara.

"Waktu itu tentara kita pada mandi di kali. Tiba-tiba ada serangan dari udara, pesawat Belanda ngantem. Ngocar-ngacir. Banyak korban. Anggota CA IV banyak jadi korban di situ. Teman saya banyak yang ketembak dan mati di situ. Untung saya dempes (ngumpet) di tembok betonan. Saya selamat," bebernya

Di akhir ceritanya Kopral KKO Purn Bakri mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih atas kedatangan Komandan Korps Marinir beserta rombongan untuk menjalin silaturahmi walaupun sudah lama pensiun. Pak Bakri berpesan supaya hati-hati dalam menjaga negeri Indonesia ini, jangan sampai dijajah kembali, lindungi anak buahnya untuk menjaga NKRI yang kita cintai dan kita banggakan.

“Saya merasa bangga kepada Marinir atas segala perhatian yang diberikan kepada saya dan keluarga. Semoga dihari Ulang Tahun Ke 75 Korps Marinir makin jaya,"ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Suhartono beserta Ketua PG. Jalasenastri Korps Marinir memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian untuk turut meringankan beban dan memberikan dukungan moril kepada para pejuang yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raga mereka demi keutuhan NKRI.

“Saya sangat bangga bisa terlahir ditanah para pejuang, sebagai generasi penerus Korps Marinir kami akan selalu mengilhami semangat juang, pantang menyerah yang sudah di perlihatkan oleh Kopral KKO Purn Bakri," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini