Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun, Satgas: Selisih 14,27% dari Global

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 09 November 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 337 2306604 kasus-aktif-covid-19-di-indonesia-turun-satgas-selisih-14-27-dari-global-x8rDcRn7s2.jpeg

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia relatif lebih terkendali. Hal ini terlihat dari kasus aktif Covid-19 di Tanah Air yang lebih rendah dibandingkan dengan Global dengan selisih 14,27%.

“Dan kalau kita lihat secara nasional angka kasus aktif kita adalah 12,52 persen sedangkan di dunia ini kasus aktifnya adalah 26,79 persen. Jadi kita lebih rendah dan selisihnya 14,27 persen. Dan ini dari waktu ke waktu selalu turun kasus aktifnya. Kasus aktif artinya kasus yang sedang sakit,” ungkap Wiku di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta (9/11/2020).

Wiku menegaskan, bahwa penurunan kasus aktif ini merupakan sebuah prestasi nasional bukti masyarakat dan pemerintah bersama-sama bisa mengendalikan kasus Covid-19. “Jadi ini adalah suatu prestasi nasional bersama ternyata masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama mengendalikan kasus,” katanya.

Baca juga:

Satgas Sebut Kasus Covid-19 Relatif Terkendali, Meski Ada Libur Panjang   

20 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Pelayanan RSUD Ngipang Solo Dibatasi

Bahkan, kata Wiku saat ini jumlah angka kesembuhan Covid-19 juga melebihi angka dunia yakni sebesar 84,4%.

“Dan jumlah yang sembuh pun juga naik terus pada hari ini sudah 84,4 persen sedangkan di dunia kebetulan agak naik sekarang 70,71 persen. Jadi ini selisihnya 13,4 persen, kasus kesembuhannya kita lebih tinggi daripada Global,” tuturnya.

Namun, kata Wiku angka kematian kasus Covid-19 di Tanah Air masih lebih tinggi dibandingkan dengan dunia yakni sebesar 3,34%.

“Sedangkan kematiannya, kasus meninggalnya kita 3,34 persen. Sedangkan di dunia 2,5 persen, kita masih sedikit di atas Global yaitu 0,84 persen,” pungkasnya.

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini