Cikal Bakal Berdirinya FPI, Aksi Kontroversi hingga Evakuasi Ribuan Korban Tsunami Aceh

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 06 November 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 337 2305332 cikal-bakal-berdirinya-fpi-aksi-kontroversi-hingga-evakuasi-ribuan-korban-tsunami-aceh-5eiav57fAo.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) merupakan sebuah organisasi massa di Indonesia yang dideklarasikan oleh Habib Rizieq Shihab pada 17 Agustus 1998 di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Jakarta Selatan.

(Baca juga: Tiba di Tanah Air, Habib Rizieq Akan Nikahkan Najwa Shihab)

Pendirian organisasi ini sendiri dihadiri oleh sejumlah habaib, ulama, mubaligh dan aktivis muslim serta dihadiri ratusan santri di Jabodetabek.

Ada tiga poin penting terkait lantar berlakang berdirinya FPI ini pertama, adanya penderitaan panjang umat Islam di Indonesia karena lemahnya kontrol sosial penguasa sipil maupun militer akibat banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum penguasa.

Kedua, adanya kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan. Dan terakhir, adanya kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat Islam serta umat Islam.

(Baca juga: Jangan Lihat FPI dari Sisi Negatifnya Saja)

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, pada tahun 2002 tepatnya diacara tablig akbar ulang tahun FPI yang ke-4 yang FPI menuntut agar syariat Islam dimasukkan pada Pasal 29 UUD 45.

Namun Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Dr. J. Soedjati Djiwandono berpendapat bahwa dimasukkannya tujuh kata Piagam Jakarta ke dalam UUD 1945 yang diamendemen, justru dikhawatirkan akan memecah belah kesatuan bangsa dan negara, mengingat karekteristik bangsa yang majemuk.

Pembentukan organisasi yang memperjuangkan syariat Islam dan bukan Pancasila inilah yang kemudian menjadi wacana pemerintah Indonesia untuk membubarkan ormas Islam yang bermasalah pada tahun 2006.

Kontroversi

Perjalanan organisasi FPI sendiri belakangam menjadi kontroversi setelah terkenal dengan aksi-aksinya yang dilakukan sejak 1998 utamanya yang dilakukan oleh Laskar Pembela Islam.

Aksi sweeping penutupan tempat hiburan malam, konflik dengan organisasi berbasis agama lain juga menambah citra buruk bagi organisasi FPI.

Habib Rizieq, sebagai ketua FPI menyatakan bahwa FPI merupakan gerakan lugas dan tanpa kompromi sebagai cermin dari ketegaran prinsip dan sikap.

Menurut Habib Rizieq kekerasan yang dilakukan FPI dikarenakan kemandulan dalam sistem penegakan hukum dan berkata bahwa FPI akan mundur bila hukum sudah ditegakkan.

Dia menolak anggapan bahwa beberapa pihak menyatakan FPI anarkis dan kekerasan yang dilakukannya merupakan cermin kebengisan hati dan kekasaran sikap

Namun demikian, disamping aksi yang kerap menjadi kontroversi FPI juga melibatkan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan antara lain pengiriman relawan ke daerah bencana tsunami di Aceh, bantuan relawan dan logistik saat bencana gempa di Padang dan beberapa aktivitas kemanusiaan lainnya.

FPI sangat berperan besar terhadap bangsa dan negara ini seperti menjadi tim pertama yang melakukan evakuasi korban tsunami di Aceh pada 2004 lalu.

Walaupun wacana pembubaran terus dilakukan, tapi FPI tetap eksis dengan menjalankan program kerjanya dengan menghancurkan kemaksiatan di muka bumi ini.

"Lihat juga dong nilai positifnya FPI," jelas Sekretaris Majelis Syuro FPI wilayah Sumut Ustaz Iqbal, saat diwawancari beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk melihat organisasinya secara utuh dan objektif sehingga tidak hanya melihat dari sisi negatifnya saja.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini