Tabungan Rp20 Miliar di Bank Hilang, Atlet E-Sport Sambangi Bareskrim

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 05 November 2020 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 337 2304967 tabungan-rp20-miliar-di-bank-hilang-atlet-e-sport-sambangi-bareskrim-QKbsnohlBb.jpg Tabungan Rp20 miliar hilang di bank, Atlet eSport sambangi Bareskrim (Foto : Okezone.com/Rizky)

JAKARTA - Seorang atlet e-sport, Winda D. Lunardi alias Winda Earl menyambangi Kantor Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti perkembangan penyidikan kasus dugaan kejahatan perbankan yang menimpanya.

Dalam kasus itu Winda dan ibunya kehilangan uang sebesar Rp20 miliar di rekening salah satu bank swasta. "Saya datang ke sini untuk melihat perkembangan laporan yang saya ajukan perihal uang saya yang hilang," kata Winda di Bareskrim Polri, Kamis (5/11/2020).

Winda sendiri sebelumnya telah melaporkan kasus tersebut pada Mei 2020 ke Bareskrim Polri. Laporan itu tercatat dengan Nomor LP/B/2039/V/2020/Bareskrim 8 Mei 2020.

Sementara itu, kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany menjelaskan uang tersebut telah di tabung oleh keduanya sejak 2015 dalam dua rekening terpisah. Menurut perhitungan mereka sampai 2020 uang itu sudah mencapai Rp20 miliar. "Totalnya Rp20 miliar dengan rincian (tabungan) Winda Rp15 miliar, ibunya Rp5 miliar," ujarnya.

Namun, tabungan keduanya hilang dan hanya tersisa Rp17 juta di rekening sang ibu dan Rp600 ribu di rekening Winda. Hal itu diketahui ketika ibunya yakni Floletta ingin melakukan penarikan dana pada Februari 2020 namun ditolak lantara tidak cukup saldo.

"Pas dicek, rekening ibunya tinggal Rp17 juta. Rekening Winda cuma sisa Rp600 ribu," tambahnya.

Winda dan ibunya sendiri lanjut Joey, telah meminta kejelasan kasus tersebut dengan menyambangi dan membuat laporan resmi dari bank tersebut pada bulan Febuari dan bulan Maret 2020. Namun, hingga saat ini menurutnya pihak bank tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.

Baca Juga : Belajar dari Eropa yang Diterjang Gelombang Kedua Corona

"Tidak ada itikad baik, Ibu Floletta minta ketemu direksi bahas pengembalian uang tapi tidak ada respons. Pertama, ditanggapi. kedua, malah dibalas dengan surat yang isinya permasalahan sudah selesai," ujarnya.

Karena itu keduanya melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri dan membuat laporan polisi pada Mei 2020. "Statusnya laporan dari penyelidikan naik ke penyidikan per Oktober 2020," tandasnya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan akan berkoordinasi dengan penyidik mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun dirinya belum bisa menjelaskan secara rinci. "Sedang kami lacak di Bareskrim Polri (kasusnya) bagaimana hasilnya nanti," singkatnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini