Polri Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Ahmad Yani Pekan Depan

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 05 November 2020 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 337 2304818 polri-kembali-jadwalkan-pemeriksaan-ahmad-yani-pekan-depan-N2VpEowNR3.jpg Ahmad Yani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani pekan depan. Ia akan diperiksa sebagai saksi kasus demo anarkis penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 dengan tersangka Anton Permana.

"Minggu depan baru rencana saudara AY mau kita manggil ulang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Kamis (5/11/2020). 

Kendati begitu, Awi tidak merinci kapan waktu pasti pemanggilan terhadap Ahmad Yani tersebut. "Untuk hari tanggalnya, nanti kita akan sama-sama tunggu," jelasnya.

Baca Juga: Istana Tampung Kritik BEM Muhammadiyah Terkait UU Ciptaker

Sejatinya, Ahmad Yani menjalani pemeriksaan dengan penyidik Bareskrim Polri pada Selasa 3 November 2020 lalu. Namun, ia tidak hadir dan justru mengirimkan Tim Advokasi Lintas Organisasi Advokat Untuk Keadilan Demokrasi ke Bareskrim.

Kehadiran mereka ke Bareskrim bukan untuk memenuhi panggilan penyidik, melainkan untuk mengklarifikasi surat pemanggilan yang dinilai masih kurang jelas.

"Tolong pak polisi diperbaiki panggilan itu, dia sebagai saksi, saksi apa belum jelas saksinya, kasus apa dan siapa tersangkanya, makanya kami datang kesini," kata salah seorang tim advokat Ahmad Yani, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal di Bareskrim Mabes Polri.

Diketahui sebelumnya, penyidik Bareskrim sempat menunda pemeriksaan Ahmad Yani pada Jumat, 23 Oktober 2020 lalu lantaran belum membutuhkan keterangan Ahmad Yani.

Ahmad Yani sendiri sempat mengatakan bahwa ada upaya dari penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penangkapan terhadap dirinya pada Senin 19 Oktober 2020 lalu. 

Baca Juga: Polisi Terus Dalami Pelaku Perusakan Halte Transjakarta saat Demo Omnibus Law

Menurut Yani, saat itu ada puluhan tim Bareskrim yang menyambangi kantornya di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat sekitar pukul 19.15 WIB. Di sana anggota Bareskrim menunjukkan surat penangkapan. Namun, ia menolak hal tersebut.

Kemudian, Ahmad Yani menyatakan ketersediaannya untuk memenuhi panggilan kepolisian untuk dimintai keterangan. Namun, dirinya kembali tidak hadir hingga pada 20 Oktober 2020 lalu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini