Doni Monardo Tegaskan Covid-19 Bukan Rekayasa dan Konspirasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 04 November 2020 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 337 2303748 doni-monardo-tegaskan-covid-19-bukan-rekayasa-dan-konspirasi-Nb6C8BnKpJ.jpg Doni Monardo. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat nasional, Doni Monardo menekankan bahwa Covid-19 merupakan suatu kenyataan, bukan sebuah rekayasa atau bagian dari konspirasi. 

“Covid merupakan sebuah wabah yang menyerang seluruh dunia,” kata Doni dalam acara ‘Peluncuran Duta Perubahan Perilaku Kota Ambon’ secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Kepala BNPB itu mencontohkan, beberapa negara mengalami peningkatan kasus Covid-19. Untuk itu, Doni meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam menekan angka kasus dan berusaha mengurangi angka kematian.

“Oleh karenanya, pada hari ini saya mengajak seluruh pimpinan di Kota Ambon dan seluruh wilayah Maluku untuk mempersiapkan. Untuk mengantisipasi penambahan kasus baru pascaliburan panjang yang lalu,” ujar Doni. 

Pada kesempatan itu, Doni mengungkapkan rasa hormat dan bangga terhadap para duta perubahan perilaku sebagai bagian dari percepatan penanganan Covid-19.

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Doni mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo, “Presiden mengatakan vaksin dan obat terbaik adalah patuh kepada protokol kesehatan. Oleh karenanya bapak–ibu sekalian kita semua harus bekerja keras untuk senantiasa untuk menyampaikan pesan patuh pada protokol kesehatan terhadap semua masyarakat bahwa Covid ini bukan ditulari oleh hewan sebagaimana flu burung dan flu babi tetapi oleh sesama manusia ditulari oleh orang-orang di sekitar kita.” ujarnya.

Baca juga: Lima Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Tertinggi

Data Satgas Penanganan Covid-19 per 3 November 2020, terdapat penambahan 14 kasus di Provinsi Maluku, dengan kasus kumulatif sebanyak 3.877. Sedangkan di Kota Ambon, kasus konfirmasi positif Covid-19 hari ini berjumlah 457.

Sementara secara nasional, kasus Covid-19 bertambah 2.973, sehingga totalnya menjadi 418.375 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 3.931, menjadi 349.497 orang. Sedangkan pasien meninggal tbertambah 102 menjadi 14.146 orang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini