Wapres Ma'ruf : Pemahaman Agama Puritan Telah Lahirkan Radikalisme

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 03 November 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303541 wapres-ma-ruf-pemahaman-agama-puritan-telah-lahirkan-radikalisme-aabilW7wBe.jpg Wapres KH Maruf Amin (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan, ketegangan atau konflik internal umat beragama umumnya dipicu oleh pemahaman agama yang menyimpang dan atau puritan. Dalam beberapa kasus, hal tersebut telah melahirkan radikalisme atau ekstremisme.

Ma'ruf menuturkan, dalam dinamika berbangsa dan bernegara kadang-kadang ekspresi keberagamaan di era demokrasi ini memunculkan ketegangan atau konflik antarumat beragama atau bahkan internal umat beragama.

Beberapa dekade lalu, kata dia, masyarakat telah menyaksikan konflik atau ketegangan antarumat beragama yang umumnya dipicu oleh pendirian rumah ibadah, penyiaran agama, penodaan agama, perebutan aset ekonomi, kontestasi politik, dan lain sebagainya.

"Sedangkan ketegangan atau konflik internal umat beragama umumnya dipicu oleh pemahaman agama yang menyimpang, atau pemahaman agama yang puritan, yang dalam beberapa kasus telah melahirkan radikalisme atau ekstremisme keagamaan," ucap Maruf saat menjadi keynote speaker pada acara Rakornas FKUB 2020 secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Menurut Ma'ruf, tugas penguatan kerukunan umat beragama di samping dilakukan oleh pemerintah, juga dilakukan oleh para tokoh agama. Para tokoh agama ini merupakan modal yang berharga bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

"Kekuatan strategis tokoh-tokoh agama ini kemudian dituangkan dalam kelembagaan FKUB, sebagaimana mandat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat," tuturnya.

Harapan besar kepada FKUB adalah memelihara dan merawat kerukunan beragama yang diwujudkan dalam tugasnya, antara lain melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan gubernur, dan menyosialisasikan peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat.

"Secara umum FKUB telah berhasil melaksanakan peran yang baik dalam membangun kerukunan umat beragama, terutama dalam penyelesaian sengketa rumah ibadah, penyiaran agama, dan persoalan lain yang mengarah pada gangguan kerukunan umat beragama," katanya.

Bahkan dalam beberapa kasus, FKUB juga memiliki peran strategis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

"FKUB menjadi sebuah wadah resolusi konflik yang efektif dan dipercaya oleh masyarakat," pungkas Ma'ruf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini