Kabulkan PK Mantan Presenter TV Dalton Ichiro, Ini Alasan MA

Rizki Maulana, iNews · Selasa 03 November 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303481 kabulkan-pk-mantan-presenter-tv-dalton-ichiro-ini-alasan-ma-NITtBKkHaw.JPG Foto: dok.iNews

JAKARTA - Kasus pidana yang menjerat Dalton Ichiro Tanonaka memasuki babak baru, sebab Peninjauan Kembali (PK) yang dia ajukan kini sudah dikabulkan. "Permohonan PK Pemohon/Terpidana Dalton Ichiro Tanonaka dikabulkan oleh MA," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Ngangro saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Untuk diketahui setelah menjadi buron selama 2 tahun, Dalton ditangkap lalu dijebloskan ke rutan oleh Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung pada 8 Oktober 2020.

Dia dihukum pidana penjara selama 3 tahun dalam kasus tindak pidana penipuan kepada rekan bisnisnya, dengan nilai kerugian USD 500 ribu atau lebih dari Rp7 miliar.

"MA dalam putusan PK membatalkan putusan kasasi MA yang menghukum terpidana dengan pidana penjara selama 3 tahun," jelasnya Andi..

Alasan dikabulkannya permohonan PK yaitu karena hakim menilai apa yang dilakukan oleh Dalton bukan tindak pidana. Apa yang dilakukan Dalton dinilai sebagai wanprestasi atas isi perjanjian yang disepakati para pihak.

Baca Juga: Mantan Presenter TV Swasta Dalton Tanonaka Ditangkap

"Perbuatan terpidana terbukti, tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana. Oleh karena itu pemohon PK harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum," ucap Andi.

Sekadar informasi, Dalton tercatat sebagai Warga negara asing (WNA) Amerika Serikat (AS). Ia merupakan mantan presenter di televisi swasta.

Dalam kasus ini diduga ia merayu korban untuk menginvestasikan uangnya sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat di perusahaannya, PT Melia Media Internasional yang bergerak di bidang pembuatan program televisi.

Baca Juga: Kronologi Penangkapan Mantan Presenter TV Swasta Dalton Tanonaka

Dalton diduga mengiming-imingi korban dengan keuntungan mencapai 25 persen, namun saat korban meminta untuk memperlihatkan profile perusahaannya, dia berdalih harus menyetorkan uang investasi sebesar 500 ribu dolar Amerika Serikat dan disetujui kroban.

Namun apa yang dijanjikan oleh Dalton tak menjadi kenyataan, perusahaan itu tenyata tidak untung melainkan mengalami kerugian cukup besar.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini