Aksi Prajurit Kostrad dengan US Army Berhasil 'Lumpuhkan' Musuh

Riezky Maulana, iNews · Selasa 03 November 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303333 aksi-prajurit-kostrad-dengan-us-army-berhasil-lumpuhkan-musuh-e9yK5agD3I.jpg dok: TNI AD

JAKARTA- Pasukan Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18 Divisi Infanteri 2 Kostrad telah selesai menggelar misi sebagai kompi penyerang dalam latihan bersama (Latma) Joint Readiness Training Center (JRTC) US Army dan TNI AD. Latma tersebut berlangsung di Fortpolk, Louisiana, Amerika Serikat.

(Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Satu Kompi Prajurit TNI AD Latihan Tempur di Amerika Serikat)

Lettu Inf Raditya Pradana, perwira Kostrad yang terlibat latihan itu menuturkan, dalam misi tersebut personel Brigif PR 18 Div 2 Kostrad menggunakan Helikopter Blackhawk melaksanakan air assault mission sebagai sarana infiltrasi ke daerah sasaran yang harus direbut.

“Latihan diiikuti oleh 125 prajurit TNI AD dengan main body 1 Kompi dari Brigif PR 18 Divif 2 Kostrad yang telah diseleksi dan dipersiapkan dengan matang guna menunjukkan kualitas profesionalisme prajurit TNI AD kepada US Army agar tercipta hubungan yang baik antar negara khususnya melalui kerjasama militer,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kostrad, Selasa (3/11/2020).

(Baca juga: Letjen (purn) Djamari Chaniago Didesak Minta Maaf ke Prajurit TNI Korban Pengeroyokan)

Menurutnya, latihan bersama ini bertujuan untuk menguji kemampuan perorangan prajurit hingga skala tingkat Brigade dalam melaksanakan gelar kesiapan operasi di daerah strategis terpilih. Menurutnya, Fortpolk, Louisiana dipilih sebagai daerah latihan karena representatif mewakili gambaran daerah misi secara umum yang sangat kompleks.

Dia menuturkan, Kompi TNI AD yang diberikan call sign dengan nama Rhino Company menunjukkan eksistensinya karena berhasil menjadi kompi penyerang bagian dari 1-27 Wolfhound Infantry Battalion.

Dijelaskannya, selama 14 hari prajurit Brigif PR 18 Divif 2 Kostrad mampu mengeliminasi musuh, mengamankan dan mempertahankan objek vital melalui tahapan infiltrasi, movement to contact, isolation, defense, final attack yang diakhiri dengan kegiatan live firing excercise.

"Sudah menjadi keharusan bagi kami sebagai pasukan skala besar yang diutus pertama kali oleh TNI AD untuk dilibatkan latihan bersama US Army langsung di Amerika Serikat, untuk menjalin hubungan baik dengan menunjukkan profesionalisme Prajurit dalam melaksanakan latihan secara maksimal,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini