Strategi Kemenkes Memutus Rantai Penularan Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 03 November 2020 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303236 strategi-kemenkes-memutus-rantai-penularan-covid-19-5ab9dBbC05.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Muhammad Budi Hidayat menegaskan, bahwa pelacakan kontak erat terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi komponen penting untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Budi juga mengatakan, keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi saat ini tidak terlepas dari kolaborasi dan koordinasi baik tingkat pusat maupun daerah.

“Kolaborasi ini juga diperlukan dalam pelaksanaan pelacakan kontak erat yang merupakan komponen penting dalam pemutusan rantai penularan Covid-19,” katanya saat peluncuran Program Penguatan Tracing di 51 Kabupaten/Kota Prioritas secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Baca juga:

 Satgas Rekrut 8.060 Tracer untuk Temukan Kontak Erat Covid-19   

 Pasca-Libur Panjang, PB IDI Sebut Kasus Covid-19 Akan Melonjak   

Satgas Sambut Baik Siti Fadilah Ingin Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Namun demikian, kata Budi dalam implementasi kegiatan pelacakan kontak harus dapat mengikuti pedoman yang berlaku.

“Selain itu untuk mensukseskan ini perlu adanya monitoring, dan supervisi kegiatan pelacakan kontak harus dari unit terkecil, mulai dari Puskesmas Kabupaten Kota Provinsi dan Pusat,” ungkapnya.

Selain itu, Budi mengatakan, bahwa informasi saat ini di beberapa provinsi kasusnya mengalami trennya mengalami tren yang menurun.

 

“Angka positivity rate juga menurun, angka kesembuhan meningkat dan kasus konfirmasi juga cenderung sekarang menurut,” katanya.

“Tapi, apakah itu betul-betul real dan juga data sampel yang diperiksa juga menurun? Nah ini apakah memang betul real dari suspek memang menurun sehingga tidak ada yang diambil swabnya. Kalau itu yang terjadi alhamdulillah kondisi ini bisa terdekdali atau mengarah yang lebih baik,” kata Budi.

Namun, kata Budi jika kenyataannya bahwa penurunan kasus karena kurang upaya pelacakan, ini yang harus diwaspadai.

“Tetapi kalau ini kita cek kurang dari upaya pelacakan kontak, ini yang kita khawatirkan. Turunnya ini memang karena kurang aktif melakukan kontak racing ataupun apa? Nah ini yang harus menjadi perhatian kita,” tuturnya.

“Ya mudah-mudahan berpikir optimis, kondisi ini bisa kita lalui asal tadi salah satunya melakukan pelacakan atau lebih dan mengcover jumlah yang lebih besar. Jadi dicari betul kontak erat Covid-19,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini