Satgas Rekrut 8.060 Tracer untuk Temukan Kontak Erat Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 03 November 2020 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303230 satgas-rekrut-8-060-tracer-untuk-temukan-kontak-erat-covid-19-mQvshjGQDU.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Penanganan Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan, meluncurkan Program Penguatan Tracing dalam penanganan pandemi Covid-19.

Upaya ini dilakukan melalui rekrutmen terbuka relawan contact tracer dan data manager di 51 Kabupaten/Kota pada 10 Provinsi Prioritas, yakni Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

“Seperti kita ketahui ini juga mengikuti dengan task force yang dibentuk bersama Kementerian Kesehatan, karena 10 provinsi ini adalah 10 provinsi yang prioritas dalam hal penyebaran penyakit Covid-19 demikian juga tingkat morbiditas dan mortalitas,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting dalam sambutannya saat peluncuran Program Penguatan Tracing di 51 Kabupaten/Kota Prioritas secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Baca juga:

 Pasca-Libur Panjang, PB IDI Sebut Kasus Covid-19 Akan Melonjak   

Epidemiolog Prediksi Bakal Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur Panjang

Satgas Sambut Baik Siti Fadilah Ingin Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Alexander mengatakan, program ini untuk menambah jumlah personel tracer di Puskesmas, dan petugas data untuk melakukan analisis epidemiologi sederhana di Kabupaten/Kota. Sejumlah 1.612 Puskesmas menjadi target penambahan 8.060 tracer se-Indonesia.

“Satuan Tugas Bidang Kesehatan dan Kementerian Kesehatan bersinar dan integrasi dalam rangka meningkatkan jumlah petugas lapangan dengan merekrut tracer dan menempatkannya di 1.612 Puskesmas dan target kita ada sejumlah 8.060 tracer yang direkrut, dilatih dan ditempatkan dalam 2 bulan kedepan,” ungkap Alexander.

Selanjutnya, kata Alexander nanti direkrut juga 2 orang petugas data atau data manager dari setiap 51 dinas kesehatan kabupaten/kota di provinsi prioritas.

“Petugas data ini yang nantinya akan membantu dinas dalam menyusun analisis video dan akan memberikan rekomendasi kebijakan terhadap pengendalian Covid-19 di wilayah yang masing-masing ataupun secara nasional,” katanya.

Dengan cara ini, diharapkan daerah-daerah dapat mendeteksi lebih dari 80% kontak erat dari kasus konfirmasi dalam waktu 72 jam. Serta melakukan pemantauan terhadap kontak erat hingga 14 hari sejak terpapar atau berkontak dengan individu terkonfirmasi Covid-19.

 

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini