Kasus Kebakaran, Kasubag Sarpras dan PPK Kejagung Diperiksa Hampir 11 Jam

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 03 November 2020 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303208 kasus-kebakaran-kasubag-sarpras-dan-ppk-kejagung-diperiksa-hampir-11-jam-Zf7p2eS7KH.jpg Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Sub Bagian Sarana Prasarana (Kasubag Sarpras), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH pada Senin 2 November 2020 kemarin.

NH sendiri merupakan salah satu tersangka dalam kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, pemeriksaan terhadap NH dilakukan berkaitan dengan posisinya yang menyiapkan jasa pemeliharaan dan kebersihan di Kejagung.

"Terkait paket pekerjaan jasa pemeliharaan kebersihan (cleaning service) gedung, taman dan halaman kantor Kejagung RI tahun 2020," ujar Sambo kepada Okezone, Selasa (3/11/2020).

Baca juga:

Selain PPK, Bareskrim Periksa Seorang PNS Kejagung Terkait Kasus Kebakaran

 Hari Ini, Bareskrim Periksa PPK Kejagung sebagai Tersangka Kebakaran   

 Ini Alasan Polri Tidak Menahan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung   

NH kata Sambo, menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.30 WIB hingga 21.00 WIB atau hampir 11 jam.

"Dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilakukan rapid gen test. Kepada tersangka penyidik melayangkan 110 pertanyaan," tuturnya.

Kendati demikian, lanjut Sambo, terhadap NH sendiri tidak dilakukan penahanan dengan alasan, tersangka kooperatif saat menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan.

"Juga ada jaminan dari keluarga, penasehat hukum dan, jaminan dari atasan tersangka sebagai ASN di Kejagung," bebernya.

 

Sementara itu, tujuh tersangka lainnya dalam kasus ini juga telah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri pada 27 Oktober 2020 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, mereka juga tidak dilakukan penahanan dengan alasan kooperatif.

Adapun tujuh orang tersangka yang diperiksa, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R.

Seerti diketahui, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejaksaan Agung adalah adanya kealpaan dari delapan orang tersangka tersebut.

Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini