Presiden Jokowi Diharapkan Kontak Macron Agar Minta Maaf ke Umat Muslim

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 03 November 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 337 2303156 presiden-jokowi-diharapkan-kontak-macron-agar-minta-maaf-ke-umat-muslim-52E77rygjP.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menjadi sorotan khususnya umat Muslim usai dianggap menghina agama Islam dan membela penerbitan kartun Nabi Muhammad yang kontroversial. 

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus melakukan langkah dengan menghubungi Macron untuk segera meminta maaf atas sikapnya. Pasalnya, Jokowi memiliki kedekatan dengan Macron dan diharapkan memberikan dampak yang berarti.

"Kalau menurut saya seharusnya Pak Jokowi bisa menelepon Presiden Macron. Karena apa beliau punya kedekatan. Karena pada KTT 2017 kan mereka saling vlog dan lain sebagainya," ujar Hikmahanto saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (3/11/2020). 

Baca Juga: DPR Dukung Jokowi Kecam Presiden Prancis yang Hina Islam

Sejauh ini, lanjutnya, beberapa Kepala Negara seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan yang sudah menyatakan sikap secara keras dengan memboikot produk Prancis.

Namun demikian, mewakili penduduk Umat Muslim yang banyak Hikmahanto menekankan Presiden Jokowi perlu memberikan pendekatan yang soft approach. Diharapkan Jokowi menjadi penyambung lidah umat Muslim sehingga Macron menarik pernyataanya dan meminta maaf.

"Jadi Pak Jokowi menjadi penyambung lidah umat muslim dengan cara yang soft atau lunak yang baik itu supaya Macron bisa menerima. Kalo enggak berhasil yang penting sudah mencoba," bebernya.

Sebagaimana diberitakan, pernyatan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait ekstremisme Islam telah menuai reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara Arab dan negara mayoritas Islam.

Baca Juga:  Kecam Macron, Berikut Pernyataan Menohok dari Romo Benny 

Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan kartun Nabi Muhammad yang kontroversial.

Sejumlah negara telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara, termasuk Kuwait, Qatar, dan Turki.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini