Pengendara Moge Keroyok Prajurit TNI, DPR: Jangan Sok Hebat!

Kiswondari, Sindonews · Senin 02 November 2020 23:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 337 2303079 pengendara-moge-keroyok-prajurit-tni-dpr-jangan-sok-hebat-PHoCdVHYu4.jpg Aparat mengamankan pengendara moge yang keroyok prajurit TNI (Foto: iNews)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni menyayangkan insiden penganiayaan yang dialami dua orang anggota TNI oleh pengendara motor gede dari klub Harley Owners Group (HOG) di Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat 2 November 2020. Aksi penganiayaan ini terjadi diduga lantaran teguran dari kedua anggota TNI kepada dua orang pengendara moge yang bermain gas di luar batas wajar.

Sahroni menegaskan, arogansi di jalanan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Dan polisi harus menindak siapa saja yang bertindak arogan di jalan raya, baik itu geng motor besar atau kecil.

"Arogansi tidak baik bagi siapa pun. Jangan sok hebat, arogan dan main kekerasan di jalan. Mau geng motor besar atau kecil, yang arogan-arogan seperti ini harus ditindak sangat tegas oleh polisi,” kata Sahroni saat dihubungi, Senin (2/11/2020).

Baca Juga:  Ini Peran Tersangka Kelima Dalam Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI di Bukittinggi

Menurut legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Barat ini, walaupun memang ada pihak yang merupakan mantan petinggi TNI di komunitas moge tersebut, namun sopan santun dalam penggunaan jalan tetap merupakan prioritas utama.

“Sekalipun ada pihak yang merupakan mantan petinggi di dalam Komunitas tersebut, mereka harusnya mengajarkan hal yang baik dalam perjalanan dengan saling santun dan bersapa kepada semua pihak di jalan,” tegasnya.

 

Selain itu, Ketua Dewan Pembina Ferrari Owner Club Indonesia ini juga mengimbau kepada seluruh anggota komunitas apapun yang merupakan pengguna jalan, ntuk menjaga sopan santun di jalan dan menjaga nama baik komunitas.

“Mau apapun komunitasnya, apakah Moge, sepeda, lari, atau apapun itu, tetap harus menjaga sopan santun. Jaga nama baik klub dan kendaraan. Ini untuk pelajaran bagi semua komunitas dalam era modern ini bahwa kita harus bijak, jangan seenaknya memukuli orang,” pungkasnya.

Baca Juga: Cek Kelengkapan 2 Moge di Kasus Pengeroyokan TNI, Polisi: Datanya Belum Klop

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini