Terganjal AD/ART, Sandiaga-Khofifah Berpotensi Tak Bisa Maju Caketum PPP

Abdul Rochim, Koran SI · Senin 02 November 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 337 2302843 terganjal-ad-art-sandiaga-khofifah-berpotensi-tak-bisa-maju-caketum-ppp-fSCSOpDa1y.jpg PPP menggelar konferensi pers mengenai Muktamar IX di Makassar, Sulsel, pada Desember mendatang. (Foto : tangkapan layar)

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar Muktamar IX di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 18-21 Desember 2020. Salah satu agenda utama Muktamar adalah pemilihan ketua umum.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Arsul Sani mengatakan, partainya membuka pintu kepada semua orang untuk bisa bergabung dan berkhidmat dalam PPP. Sejauh ini sudah muncul usulan nama-nama bakal calon ketua umum (caketum) partai berlambang Kabah tersebut. Selain nama Plt Ketum PPP yang juga Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, ada sejumlah nama antara lain anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, politikus senior PPP Ahmad Muqowam, Ketua Fraksi PPP DPR Amir Uskara.

"Kayaknya bakal unggul karena Muktamar di Makassar," kelakar Arsul Sani mengomentari nama Amir Uskara, anggota DPR dari Dapil Sulawesi Selatan 1 yang duduk di sampingnya saat Launching Muktamar IX di Kantor DPP PPP dan disiarkan secara virtual, Senin (2/11/2020).

Selain nama kader internal partai, ada nama dari eksternal seperti pengusaha yang juga politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Arsul Sani menyebut kedua nama terakhir sebagai pihak setengah internal dan eksternal karena pernah menjadi bagian dari PPP.

"Bu Khofifah pernah duduk sebagai anggota DPR dari PPP sebelum Reformasi. Gus Ipul juga pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai," katanya.

Kendati begitu, baik Sandiaga Uno, Khofifah, maupun Gus Ipul berpotensi terpental dari pencalonan ketua umum. Arsul Sani mengatakan, meski membuka ruang partisipasi dari pihak eksternal untuk bisa bergabung dan berkhidmat dalam PPP, untuk jabatan ketua umum dan sekjen, berdasarkan AD/ART partai mereka harus pernah menjadi pengurus di DPP dan setelah satu periode bisa maju sebagai calon ketum. Aturan ini juga bagian dari upaya mewujudkan PPP sebagai partai kader. "Sehingga identitas PPP sebagai partai kader tak hilang," tuturnya.

Ketua OC Muktamar IX Amir Uskara mengatakan, pelaksanaan Muktamar IX akan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 yang ketat. Seluruh peserta sebanyak 1.249 orang harus melakukan tes swab PCR.

Baca Juga : Pemilihan Ketum PPP Salah Satu Agenda di Muktamar Makassar

"Peserta harus bebas Covid-19 dengan membawa hasil tes PCR sehingga kita datang ke Makassar dalam kondisi steril," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini