Sidang Jaksa Pinangki Kembali Digelar, 3 Saksi dari PT Garuda Indonesia Dihadirkan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 02 November 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 337 2302762 sidang-jaksa-pinangki-kembali-digelar-3-saksi-dari-pt-garuda-indonesia-dihadirkan-K8MQGuaRS0.jpg Sidang Jaksa Pinangki (Foto : Okezone.com/Arie DS)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari selaku mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI, hari ini. Agenda persidangan hari ini yaitu pemeriksaan sejumlah saksi.

Pada termin pertama, tim Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga orang saksi yang merupakan pegawai PT Garuda Indonesia. Ketiganya yakni, Herunata Joseph selaku Manager Fraud Prevention PT Garuda Indonesia.

Kemudian, Muhammad Oki Zuheimi selaku Manager Station Automation System PT Garuda Indonesia, serta Yeno Denita selaku Manager Reservation, Ticketing dan Distribution System PT Garuda Indonesia.

Berdasarkan pantauan Okezone, ketiga saksi tersebut telah hadir memenuhi panggilan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Ketiganya sempat dicecar soal keluar-masuk Pinangki ke Indonesia melalui jalur udara.

Sekadar informasi, dalam perkara ini jaksa Pinangki didakwa dengan tiga dakwaan sekaligus. Pertama, Pinangki didakwa telah menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS (sekitar Rp7,4 miliar) dari terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Baca Juga : Terungkap! Irjen Napoleon Minta Tambahan Suap untuk 'Petinggi Kita'

Kedua, Pinangki didakwa dengan pasal pencucian uang yang berasal dari penerimaan suap sebesar 444.900 dolar atau sekira Rp 6.219.380.900,00 sebagai uang pemberian Joko Tjandra untuk pengurusan fatwa ke MA.

Kemudian, Pinangki didakwa melakukan pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejagung dan MA senilai 10 juta dolar AS.

Jaksa Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor. Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini