Sembilan Pedoman Pemulasaran Jenazah Covid-19

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 02 November 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 337 2302741 sembilan-pedoman-pemulasaran-jenazah-covid-19-m4Q5nSOGK3.jpg Wiku Adisasmito (Foto : BNPB)

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan beberapa pedoman untuk melakukan pemulasaran bagi jenazah yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Wiku mengatakan, ada beberapa poin yang harus diperhatikan bagi petugas saat melakukan pemulasaran jenazah agar terhindar dari penularan.

Pertama, petugas harus punya kewaspadaan dalam gerakan standar menangani pasien meninggal akibat penyakit menular.

"Pada prinsipnya apapun penyakit menular tapi khusus untuk Covid-19 harus tahu standar-standarnya," kata Wiku saat webinar bertajuk 'Pemulasaran Jenazah Karena Covid-19' bersama Satgas Covid-19 MUI yang dikutip Okezone, Senin (2/11/2020).

Kedua, alat pelindung diri (APD) lengkap harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien meninggal dalam masa penularan.

Ketiga, jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah

"Keempat, tidak boleh ada kebocoran cairan tubuh. Memang sudah meninggal tetapi potensi virusnya masih hiduo beberpa saat setelah orangnya meninggl sehingga kebocoran itu harus dicegah," ujarnya.

Kemudian lanjut Wiku, yang kelima adalah memnindahkan segera ke kamar jenazah setelah pasieneninggal dunia. Keenam jika keluarga ingin melihat jenazah diizinkan sebelum jenazah dimasukkan ke kantong jenazah dengan menggunakan APD.

"Ketujuh petugas harus bisa memberikan penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat, dan budaya harus diperhatikan," ungkap Wiku.

Baca Juga : Anak Gus Nur Dipanggil Penyidik Bareskrim

Kemudian kedelapan, jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet. Dan terakhir kesembilan, jika jenazah akan diautopsi harus dilakukan oleh petugas khusus jima diizibkan keluarga dan direktur rumah sakit.

"Jenazah yang telah dibungkus tidak boleh dibuka lagi. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus. Jenazah baiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di pemulasaran jenazah," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini