Pengeroyokan Prajurit TNI, Kompolnas: Pengendara Moge Jangan Merasa Eksklusif!

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 02 November 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 337 2302552 pengeroyokan-prajurit-tni-kompolnas-pengendara-moge-jangan-merasa-eksklusif-KIA2HVGbcC.jpg Pengendara moge diamankan buntut pengeroyokan prajurit TNI (Foto: Ist/Wahyu Sikumbang)

JAKARTA - Pengeroyokan terhadap dua prajurit Intel Kodim 0304/Agam dilakukan oleh gerombolan klub motor Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter. Setidaknya empat orang sudah ditetapkan tersangka dalam peristiwa tersebut.

Terkait hal itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Pudji Hartanto mengharapkan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Dia pun meminta bagi klub motor gede (moge) ataupun sejenis saat melakukan touring harus tetap berdispilin berlalu lintas.

“Untuk klub motor besar dan sejenisnya, melakukan perjalanan jauh dan butuh pengawalan petugas atau tanpa pengawalan petugas harus displin berlalu lintas,” kata Pudji dalam keterangannya yang diterima Okezone di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Baca Juga:  4 Pengendara Moge Tersangka Pengeroyokan Prajurit TNI Ditahan di Rutan Polres Bukittinggi

Displin berlalu lintas yang dimaksudnya adalah tetap mengikuti peraturan yang ada. Mulai dari berhenti saat lampu merah ataupun lainnya. Kemudian, menurut Pudji, aksi konvoi moge ini diatur dalam Pasal 134 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

 

Disitu disebutkan konvoi kendaraan masuk bagian dari pengguna jalan yang mendapat hak utama untuk didahululan menurut pertimbangan anggota Polri.

"Kemudian, di Pasal 135 disebutkan bahwa untuk kepentingan Pasal 134 konvoi harus dikawal anggota Polri, gunakan lampu isyarat, rambu-rambu tidak berlaku untuk kendaraan bermotor yang dapat hak utama, dan kepolisian wajib mengamankan," tutur mantan Kepala Korlantas Polri itu.

Ia melanjutkan, pengendara moge harus mematuhi batas kecepatan dan mempunyai etika saat berkendara. Sehingga jangan merasa sebagai kelompok yang ekslusif.

“Hargai pemakai jalan lain jangan merasa sebagai kelompok yang eksklusif. Tidak menggunakan sirine atau strobo,” beber Pudji.

Sebagaimana diketahui, pengeroyokan dilakukan oleh gerombolan pengguna motor gede pada dua orang di Jalan Hamka depan sebuah toko pakaian Simpang Tarok, Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat sore 30 Oktober 2020.

Baca Juga: Ini Peran 2 Tersangka Baru Pengendara Moge Pengeroyok Prajurit TNI 

Korban ternyata anggota Intel Kodim 0304/Agam. Mereka adalah adalah Serda Mis dan Serda MY yang bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat.

Akibat pengeroyokan itu Serda MIS mengalami pecah bibir bagian atas, sementara Serda MY mengalami memar pada kepala belakang. Usai kejadian kedua bintara TNI AD ini langsung dibawa ke RS Tentara untuk mendapatkan pengobatan atas luka yang dideritanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini