Penjelasan TNI AD soal Prajuritnya Berpakaian Preman saat Dikeroyok Pengendara Moge

Riezky Maulana, iNews · Minggu 01 November 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 01 337 2302319 penjelasan-tni-ad-soal-prajuritnya-berpakaian-preman-saat-dikeroyok-pengendara-moge-lqHBkzXURA.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA - Dua prajurit TNI AD dari satuan Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat dikeroyok anggota klub motor gede (moge) Harley Owners Group (HOG) Siliwangi. Saat dikeroyok, kedua anggota TNI tersebut tidak menggunakan seragam TNI namun menggunakan pakaian preman.

(Baca juga: 2 Prajurit TNI Dikeroyok Pengendara Moge, Ini Kata Danpuspomad)

Komandan Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko mengatakan, kedua prajurit TNI AD yang dikeroyok tersebut bernama Serda M Yusuf dan Serda Mustari.

“Kedua prajurit tersebut berpakaian preman atau tidak berpakaian dinas saat kejadian,”ujar Dodik dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

(Baca juga: Gerombolan Pemotor Moge Pengeroyok Prajurit TNI Minta Maaf)

Dodik menjelaskan, kedua anggota tidam berpakaian seragam lantaran tugas jabatannya sebagai anggota tim intel di Kodim 0304/Agam).

Menurutnya, kejadian tersebut bermula saat pukul 17.00 WIB dua anggota Kodim 0304/Agam sedang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BA 2556 melalui Jalan dr Hamka.

Bersamaan dengan itu, dari satu arah, menyusul rombongan pengendara moge HOG Siliwangi yang terlepas dari rombongan inti, sehingga agak terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan dari rombongan inti.

"Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan sepeda motor dengan Serda Mustari memberi kesan kurang sopan karena rombongan moge tersebut bermain gas di luar batas wajar,”ujarnya.

“Sehingga kedua orang prajurit TNI AD yang sedang berboncengan menepi sampai dengan keluar jalan (berada di bahu jalan)," sambungnya.

Jenderal bintang tiga itu menambahkan, saat melihat perilaku yang tidak wajar itu, maka kedua orang anggota TNI AD mengejar rombongan moge dan memberhentikan dengan cara memotong salah satu peserta rombongan moge, tepatnya di Simpang Tarok Kota Bukittinggi.

Menurutnya, kejadian pemberhentian rombongan oleh Serda M Yusuf dengan Serda Mustari malah terjadi cekcok mulut antara komunitas moge tersebut.

"Berlanjut dengan terjadinya kesalahpahaman yang pada akhirnya terjadi pengeroyokan, penganiayaan dengan bersama-sama) terhadap kedua prajurit TNI AD tersebut," tuturnya.

"Akibat kejadian kesalahpahaman yang berujung pada tindakan penganiayaan oleh pelaku rombongan moge HOG Siliwangi dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," pungkasnya.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini