Rapid Test Massal di Puncak, 69 Wisatawan Dinyatakan Reaktif

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 01 November 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 01 337 2302288 rapid-test-massal-di-puncak-69-wisatawan-dinyatakan-reaktif-Jw8T538BKr.jpg Rapid test massal di Puncak (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Pelaksanaan rapid tes massal covid-19 bagi wisatawan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor selama libur panjang berakhir. Total, sebanyak 69 wisatawan dinyatakan reaktif covid-19.

Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Achmad Zaenudin mengatakan pada hari terkahir rapid tes massal ini pihaknya memeriksa 200 sampel. Dari jumlah tersebut, 5 orang reaktif.

"Hari ini 200 orang kita periksa dan ada 5 orang yang reaktif. Tetapi yang dites swab ada 6 orang, karena ada satu dari permintaan," kata Achmad, kepada Okezone di halaman Masjid Harakatul Jannah Gadog, Kabupaten Bogor, Minggu (1/11/2020).

Kelima wisatawan yang reaktif itu berasal dari luar Bogor. Rincianya 2 warga Cianjur, 1 warga Depok, 1 warga Tanggerang dan 1 warga Jawa Tengah.

"Mereka dianjurkan isiolasi mandiri. Kalau nanti hasil tes swabnya positif covid-19 kita akan koordinasi dengan dinas kesehatan masing-masing," jelasnya.

Dengan berakhirnya rapid tes massal selama 4 hari ini, total didapati sebanyak 69 wistawan yang reaktif covid-19. Ia mengimbau bagi wisatawan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan hindari kerumunan orang guna menimimalisir penularan covid-19.

"Tidak lupa jaga kondisi tubuh dengan makanan sehat dan istiraht yang cukup," tutup Achmad.

Seperti diketahui, Dinkes Kabupaten Bogor bersama Satpol PP menggelar rapid tes massal bagi di wisatawan di kawasan Puncak selama libur panjang.

Hari pertama rapid tes massal pada Kamis 29 Oktober 2020 dari tiga lokasi berbeda petugas mendapatkan sebanyak 918 sampel wisatawan. Hasilnya, ditemukan 50 orang yang reaktif covid-19.

Hari kedua pada Jumat 30 Oktober 2020, petugas mendapati sampel 177 wisatawan dengan hasil 2 reaktif. Lalu hari ketiga pada Sabtu 31 Oktober 2020, jumlahnya naik dari 110 sampel ada 12 orang reaktif.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini