Pemerintah Persilakan Rakyat Kritik Pernyataan Presiden Macron yang Menghina Islam

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 31 Oktober 2020 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 337 2302027 pemerintah-persilakan-rakyat-kritik-pernyataan-presiden-macron-yang-menghina-islam-dX9NtwwBen.jpg Presiden RI Joko Widodo.

JAKARTA - Pemerintah mempersilakan masyarakat bila ingin menyampaikan aspirasi atau mengkritik pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina agama Islam. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan dengan tertib dan tidak merusak.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai mengikuti jumpa pers Presiden Jokowi yang mengecam pernyataan Presiden Macron.

BACA JUGA: Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis yang Menghina Islam

"Dipersilahkan kalau mau mengajukan aspirasi, menyatakan pendapat, menyampaikan kritik, tapi sampaikan itu dngan tertib dan tidak melanggar hukum," ucap Mahfud di Istana Merdeka secara virtual, Sabtu (31/10/2020).

"Sekali lagi, tidak ada di sini yang harus bisa dianggap ikut bertanggung jawab, apakah itu institusi apakah itu perusahaan apakah itu orang yang harus dianggap ikut bertanggung jawab atau mendukung pernyataan presiden Macron," tambahnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Kebebasan yang Mencederai Kesucian Agama Harus Dihentikan

Pemerintah, kata Mahfud, menyerukan bahwa setiap menyatakan pendapat terkait dengan pernyataan Presiden Prancis agar dilakukan secara tertib dan tidak merusak. Selain itu penyampaian aspirasi bisa melalui media yang tersedia.

"Karena di sini tidak ada yang boleh dirusak, (tidak) boleh diperlukan secara anarkis, karena Indonesia ini tidak ada satu institusi atau orang atau siapapun yang harus dianggap ikut bertanggung jawab dengan pernyataan presiden Macron," pungkas Mahfud.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini