Presiden Jokowi: Kebebasan yang Mencederai Kesucian Agama Harus Dihentikan

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 31 Oktober 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 337 2302019 presiden-jokowi-kebebasan-yang-mencederai-kesucian-agama-harus-dihentikan-83e4dpSGM1.jpg Presiden RI Joko Widodo.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini persatuan sangat dibutuhkan untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda ratusan negara di berbagai belahan dunia. Karena itu kebebasan berekspresi yang mencederai kesucian agama tidak dibenarkan dan harus dihentikan.

Hal tersebut dikatakan Jokowi merespons pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina agama Islam serta kekerasan yang terjadi di Kota Nice, Prancis.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Kaitkan Agama dengan Terorisme Sebuah Kesalahan Besar!

"Pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa. Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia," tegas Jokowi saat jumpa pers di Istana Merdeka secara virtual, Sabtu (31/10/2020).

"Di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi covid-19 dan kebebasan berekespresi yang mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan," tambah dia.

BACA JUGA: Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis yang Menghina Islam

Menurut Jokowi, mengaitkan agama dengan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Karenanya ia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun tatanan yang lebih baik.

Kecaman tersebut dilakukan Jokowi usai menggelar pertemuan dengan pemimpin organisasi keagamaan di Indonesia, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Persatuan Umat Buddha Indonesia dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini