Penyintas Covid-19, Latief Siregar: Vaksin Adalah Harapan

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 31 Oktober 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 337 2301979 penyintas-covid-19-latief-siregar-vaksin-adalah-harapan-ZEBMoFt1Jn.jpg Jurnalis senior, Latief Siregar (foto: Dok Sindo Trijaya)

JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini masih terus berupaya untuk mencari vaksin Covid-19, baik dari dalam negeri maupun dari kerjasama Internasional. Jurnalis Senior dan Penyintas Covid-19, Latief Siregar mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 adalah harapan.

“Saya sebagai penyintas Covid, apa sih yang ada di bayangan ketika mendengar kata Vaksin? Dan jawaban saya adalah harapan,” ungkapnya yang juga menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi MNC News, Latief Siregar dalam diskusi ‘Vaksin untuk Negeri’ secara virtual, Sabtu (31/10/2020).

Lalu, seringkali orang bilang kapan vaksinasi Covid-19 ini mulai dilakukan? Namun, jawabannya selalu dalam waktu dekat. Sehingga seringkali ada informasi yang bias mengenai vaksinasi Covid-19. “Dan Jawabannya selalu dalam waktu dekat,” kata Latief.

Baca juga:

 Vaksinasi Covid-19 Penting, Pakar: Angka Kesakitan & Kematian Masih Tinggi   

 Pakar Ungkap Vaksinasi Efektif hingga 95% Cegah Penyakit Menular

Vaksinasi Covid-19, Doni Monardo: Tergantung Keputusan Terakhir dari BPOM

Bahkan, kata Latief awalnya disebutkan bahwa uji klinis vaksin di Bandung itu selesai pada bulan Januari maka pada bulan Maret baru bisa disuntikkan ke publik. Kemudian ada informasi lagi bahwa pada bulan November sudah akan ada vaksin.

“Siapa yang akan dapat? Ada informasi bahwa pada usia 18-59 tahun. Lalu, bagaimana dengan yang under 18 dan over 59 tahun? Juga bagaimana teknisnya? Artinya, kawan-kawan jurnalis itu membutuhkan terang benderang dari pemerintah supaya media menjadi bagian dalam mendukung vaksin ini sangat penting,” tegasnya.

 

Kemudian, Latief pun menceritakan bagaimana ia mendapatkan kenyataan harus terpapar Covid-19. Namun, ia tetap bertekad untuk bisa lepas dari penyakit ini.

“Ketika saya sedang sakit kena Covid-19, maka sakit sekali. Lalu bagaimana kehidupan yang kita rasakan terkena Covid? Ada ketakutan, apakah saya masih akan tetap bisa hidup? Atau segera meninggal dunia seperti yang lainnya? Saya bertekad bahwa saya ingin hidup. Saya ingin tetap hidup dan lepas dari penyakit ini,” katanya.

Latief mengatakan, ada harapan besar ketika setiap orang yang ia kenal memberikan saran mengenai obat-obat yang manjur untuk Covid-19. Ia pun mencoba semua yang orang katakan seperti mengkonsumsi “empon-empon” hingga obat herbal.

“Maka harapan besar sebetulnya adalah kehadiran orang yang mengatakan obat-obat manjur untuk Covid ini. Ketika ada yang menyebut pakai empon-empon, obat herbal, dan saya ketika sakit mencoba semuanya. Tapi, sampai hari ini saya tidak bisa menjelaskan bagian mana yang bisa menyembuhkan saya dari sakit tersebut,” ungkap Latief.

Latief menegaskan, berobat ke dokter adalah upaya yang tepat untuk penanganan Covid-19.

“Yang saya pasti akan saya kampanyekan adalah ketika kamu terkena Covid-19, maka segeralah ke dokter. Karena dokter yang bisa memutuskan bagaimana penanganan terhadap Covid-19 tersebut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini