Ini Deretan Aksi Arogan Pengendara Moge

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 31 Oktober 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 337 2301965 ini-deretan-aksi-arogan-pengendara-moge-UvSzTsOPP4.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Arogansi segelintir pengendara motor gede (moge) ketika konvoi di jalanan kerap menuai sorotan. Kekinian, oknum bikers tersebut mengeroyok dua anggota TNI dari Kodim 0304/Agam. Kasus ini bergulir ke ranah hukum meski permintaan maaf sudah dilayangkan.

Berikut kompilasi aksi arogan oknum pengendara moge yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber:

1. Konvoi Moge Halangi Laju Ambulans

Sejumlah pengendara moge yang sedang konvoi di jalan raya Gianyar Bali tampak tak menghiraukan sirine mobil ambulans di belakang mereka. Alih-alih minggir, ambulans yang membawa pasien ini tetap tidak diberi jalan oleh rombongan tersebut. Aksi tak terpuji itu terekam dalam video yang viral di media sosial hingga menuai kecaman. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2015.

2. Oknum Pengendara Moge Ribut dengan Polantas

Seorang anggota klub motor Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bandung Jodi Jayakusumah, diamankan aparat Polwiltabes Bandung, Sabtu (12/12/2009).

BACA JUGA: Fakta-Fakta Pengeroyokan 2 Anggota TNI oleh Pengendara Moge di Bukittinggi

Pasalnya, ia diduga terlibat keributan dengan anggota Satlantas Polwiltabes Bandung di depan pos polisi (pospol) perempatan Jalan Asia Afrika-Tamblong, sekitar pukul 01.00 dinihari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, kasus tersebut berawal saat Jodi bersama 20 rombongan motor gede lainnya sedang melintas di Jalan Asia Afrika, dari simpang lima. Mereka hendak menuju Jalan Braga untuk mengikuti Braga Bike Fest.

Tiba di perempatan Jalan Asia Afrika-Tamblong, Jodi terus melintas, padahal saat itu traffic light sudah menunjukkan lampu merah. Sementara teman-teman Jodi yang lain menghentikan motornya. Melihat Jodi menerobos lampu merah, anggota Polantas bernama Brigadir Dasep kemudian menghentikan Jodi.

Tidak terima diberhentikan polantas tersebut, Jodi pun mendekatinya. Ia menanyakan alasan polisi memberhentikannya, padahal menurut Jodi saat itu lampu sudah hijau. Jodi pun sempat mendorong Dasep, dan mengeluarkan ancaman. Beberapa saat kemudian, polisi datang dan mengamankan Jodi.

"Ini hanya salah paham. Saya melihat lampu masih hijau makanya saya maju terus. Ternyata saya kemudian diberhentikan anggota polantas. Ya jelas saya tanya kesalahan saya apa. Selain itu, anggota polisi itu juga memberhentikan saya dengan kasar," kata Jodi kepada wartawan, saat diperiksa di Mapolwiltabes Bandung.

BACA JUGA: Cegat Konvoi Moge, Polisi Amankan 2 Motor Tanpa Plat Nomor

Disinggung apakah dirinya mengeluarkan ancaman terhadap anggota polantas tersebut, Jodi membantahnya. Ia mengaku hanya mengatakan bahwa dirinya juga berasal dari keluarga polisi.

"Saya tidak mengancam. Saya hanya mengatakan bahwa saya juga berasal dari keluarga polisi," kata Jodi.

3. Diduga Langgar Aturan, Konvoi Moge Dihadang Warga

Merasa terganggu dengan aksi pengendara moge yang arogan karena diduga melanggar aturan lalu lintas dan tidak menghargai pengendara lainnya, tiga warga Yogyakarta mengadang konvoi moge di perempatan Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (15/8/2015).

Aksi yang dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB ini, awalnya dilakukan Erlanto Wijoyono (32), warga Condongcatur bersama Andika (19), di Perempatan Condongcatur Sleman. Lalu seorang warga lain turut dalam aksi ini.

Mereka mengadang dan sempat berdebat dengan salah satu pengendara motor berharga ratusan juta ini. Warga meminta pengendara moge menaati peraturan dan tidak membunyikan sirine.

Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta Gatot Kurniawan meminta maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf itu terkait adanya arogansi oknum pengendara moge yang menggangu masyarakat. "Kita meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta," katanya.

4. Oknum Pengendara Moge Keroyok Prajurit TNI

Aksi arogan kembali terjadi, kali ini mereka diduga mengeroyok dua prajurit TNI yang bertugas sebagai intel dari Kodim 0304/Agam. Kedua korban yakni Serda MY dan Serda Mis. Mereka mengalami luka-luka akibat insiden ini.

Peristiwa itu berawal dari selisih paham di jalan, lalu oknum bikers tersebut diduga langsung memukul dua prajurit TNI tersebut. Kasus ini bergulir ke ranah hukum meski mereka telah meminta maaf. Bahkan dua orang bikers sudah ditahan pihak berwajib.

Rombongan pengendara moge yang mengeroyok dua anggota Intel Kodim 0304/Agam ternyata berasal dari Bandung, Jawa Barat yang hendak touring ke Sabang, Aceh.

Touring ini dimulai 29 Oktober hingga 8 November 2020 mendatang dengan titik awal touring via darat mulai dari Bandung hingga ke Sabang Aceh.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini