Fahira Idris: Indonesia Perlu Respon Pernyataan Presiden Prancis Soal Islam

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 337 2301469 fahira-idris-indonesia-perlu-respon-pernyataan-presiden-prancis-soal-islam-ULgS30LZhX.jpg Fahira Idris. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Politikus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris mengatakan bahwa Indonesia perlu merespons pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang Islam. Dia juga mengatakan bahwa pandangan yang menghubungkan Muslim dengan terorisme sudah usang dan perlu diluruskan.

“Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai kepentingan untuk merespon pernyataan kontroversial Macron soal Islam dan Nabi Muhammad SAW,” kata Fahira dalam posting di Instagram.

BACA JUGA: 3 Orang Tewas dalam Penyerangan di Gereja Nice Prancis, 1 Dipenggal

“Indonesia harus menegaskan bahwa pembenaran atas pelecehan berbasis penistaan terhadap agama apapun (penayangan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW) atas nama kebebasan berekspresi adalah hal yang keliru, salah, dan menyakiti.”

Politikus yang juga seorang aktivis dan pengusaha itu juga mengatakan bahwa upaya menghubungkan Muslim dengan terorisme adalah hal yang sudah seharusnya ditinggalkan, dan Indonesia perlu berperan untuk mendorong hal itu.

“Indonesia harus hadir dan berkontribusi menjadi yang terdepan untuk meluruskan kekeliruan terhadap Islam yang hingga saat ini ternyata masih hinggap di sebagian masyarakat dunia bahkan di pikiran beberapa pemimpin dunia,” ujarnya.

BACA JUGA: Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam, Kemlu RI Panggil Dubes Prancis

Sebagaimana diberitakan, pemimpin beberapa negara mayoritas Muslim mengutuk pernyataan pejabat Prancis, termasuk Macron, yang membela penggambaran Nabi Muhammad. Karikatur kartun itu dianggap menghina umat Islam.

Perselisihan meningkat setelah pemenggalan seorang guru di Paris oleh remaja Chechnya berusia 18 tahun. Samuel Paty diserang di jalan dan dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad tersebut kepada murid-muridnya selama pelajaran kewarganegaraan. Dalam serangan terbaru, seorang pria membunuh tiga orang di gereja Prancis dalam insiden yang oleh Macron disebut sebagai “serangan teroris Islamis”.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini