Aneka Ragam Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 337 2301400 aneka-ragam-tradisi-peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-di-indonesia-1wg7kZLlKK.jpg Tradisi Panjang Jimat di Cirebon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di duni memiliki sejumlah tradisi unik dalam memeringati maulid Nabi Muhammad SAW.

Berbagai daerah meramu kegiatan yang dibalut dengan kebiasaan di wilayah setempat untuk mengenang sosok pemimpin tertinggi umat manusia tersebut.

Okezone akan merangkum sejumlah tradisi maulid nabi di Indonesia, berikut ulasannya.

1. Aceh

Di Indonesia, sejumlah daerah kerap menyuguhkan hidangan spesial sebagai salah satu bentuk perwujudan rasa syukur mereka. Salah satu contohnya adalah Aceh. Maulid Nabi dirayakan dengan menyelenggarakan serangkaian acara mulai dari zikir, ceramah agama, hingga kenduri dengan makan bersama.

Selain memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, kenduri juga dijadikan ajang silaturahmi antarwarga desa. Sejumlah orang berkumpul di masjid untuk menikmati hidangan berupa gulai kari kambing dalam belanga besar untuk disantap bersama. Hidangan atau masyarakat Aceh biasa menyebutnya Idang dibawa dari rumah-rumah warga yang dimasak secara sukarela.

2. Cirebon

Panjang Jimat Cirebon

Panjang Jimat Tradisi Maulid Nabi di Keraton Cirebon sejak zaman Khalifah Sholahudin Al Ayubi 1993 M, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid Nabi kerap di istimewakan. Tujuannya, tidak lain untuk mengenang dan selalu meneladani Nabi Muhammad SAW.

Tak heran jika di Cirebon pengaruh tersebut hingga saat ini kental diraskan masyarakat, para pemuka agama yang nota bene berada di tiga keraton Cirebon, Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan, pada abad ke 15 lalu mengadopsi kegiatan tersebut yang disesuaikan dengan adat keraton yakni digelarnya upacara panjang jimat atau kerap disebut pelal.

Peringatan Maulid Nabi juga turut digelar di makam Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Dalam ritual ini, kata panjang ditafsirkan secara harfiah, adalah bentuk piring dan perabotan dapur peninggalan sejarah yang diisi dengan makanan dengan dianalogikan dengan prosesi kelahiran nabi.

Sedangkan kata Jimat, merupakan akronim dari kata Diaji dan Dirumat yang berarti dipelajari dan diamalkan yakni ajaran-ajaran Islam dengan manauladani Nabi Muhammad SAW.

3. Padang

Umat Muslim di Padang Pariaman juga menjalankan Tradisi Bunga Lado. Pada tradisi ini, masyarakat membuat pohon buatan yang nantinya akan dihiasi beragam uang kertas asli.

Adapun uang yang dipakai ialah pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribuan yang ditata rapi. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW atas rezeki yang telah diberikan selama menjalani hidupnya.

Dalam rangkaiannya, setelah mengarak pohon uang, masyarakat sekitar akan menyumbangkan uang tersebut untuk kesejahteraan umat seperti untuk pembangunan masjid. Tradisi ini pun dikenal sebagai ajang silaturahmi antarmasyarakat setempat.

Bungo yang artinya bunga dan Lado yang berarti cabai dalam bahasa Padang ini, merupakan sebuah tradisi yang juga dilakukan masyarakat Padang secara turun-temuran saat Maulid Nabi Muhammad SAW tiba.

4. Sulawesi Selatan

Maudu Lompoa adalah tradisi peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya suku Bugis. Secara etimologi Maudu Lompoa berasal dari bahasa Bugis yang artinya Maulid Besar.

Dalam tradisi ini, masyarakat sekitar khususnya pemuda bergotong royong mengarak replika kapal atau julung-julung yang berisikan hidangan khas berupa nasi pamatra (setengah matang) beserta lauk pauk seperti ayam kampung dan telur warna-warni serta hiasan khas Sulawesi. Julung-julung akan diarak menuju pinggir Sungai Cikoang pada puncak perayaan Maudu Lompoa.

Panitia yang mengurus tradisi Maudu Lompoa Cikoang harus memiliki waktu yang panjang, sebab ritual ini mesti dipersiapkan sejak 40 hari sebelum Maulid Nabi Muhammad SAW tiba. Dalam Maudu Lompoa Cikoang, biasanya akan ada pertunjukan seni atraksi budaya yang berpadu dengan unsur agama.

Daerah yang biasanya melakukan tradisi ini setiap tahunnya, yaitu Sulawesi Selatan, khususnya Cikoang, Takalar. Untuk itu, tidaklah heran jika namanya sesuai dengan nama daerahnya.

5. Gorontalo

Masyarakat Gorontalo tak mau kalah dengan daerah lainnya. Mereka juga memiliki caranya sendiri dalam merayakan Maulid Nabi. Masyarakat di sana menyebut kebudayaan itu dengan nama Dikili.

Dikili merupakan acara zikir semalam suntuk yang dilakukan oleh warga di masjid atau pun musala. Pagi harinya masih ada serangkaian acara lagi yang disebut Walima. Acara tersebut merupakan arak-arakan makanan khas Gorontalo.

Kegiatan ini semakin memperkuat persaudaraan satu sama lainnya. Jadi, makanan dibagikan secara gratis sebagai wujud syukur telah diberikan rahmat dan nikmat yang besar dari Allah SWT.

6. Banyuwangi

Pada perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi, mereka memilki tradisi yang biasa disebut Festival Endog-Endogan. Acara tersebut dilakukan dengan mengarak ribuan telur yang ditancapkan pada pelepah pohon pisang.

Ratusan orang mengarak puluhan jodang (pelepah pisang) yang ditancapi telur dan ancak (wadah berisi nasi dan lauk pauk). Masing-masing biasanya ditancapi 50 telur, yang biasanya menggunakan telur itik.

Jodang yang dihias aneka rupa itu diarak dari lima penjuru yang melambangkan jumlah salat wajib bagi umat Muslim. Tak ketinggalan, Salawat Nabi terus dikumandangkan mengiringi arak-arakan telur tersebut.

Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu biasa digelar, baik di kota hingga ke pelosok desa. Tradisi Endog-Endogan ini memiliki makna filosofi yang tinggi. Endog atau telur memiliki tiga lapisan, yakni kulit telur, putih telur dan kuning telur. Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang Muslim.

Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan, yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT. Lalu kuning telur melambangkan keihsanan, dimana seorang Muslim yang beriman akan memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Allah SWT.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini