Satgas Covid-19 Minta Pemda Jangan Puas Hanya Berada di Zona Oranye

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 29 Oktober 2020 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 337 2301358 satgas-covid-19-minta-pemda-jangan-puas-hanya-berada-di-zona-oranye-r6hYsaIeLT.jpeg Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan bahwa jumlah daerah di zona oranye atau zona risiko sedang terus mengalami peningkatan. Bahkan jumlahnya meningkat dua kali lipat sejak pemetaan zonasi dilakukan.

“Pada 31 Mei, zona oranye hanya 166 kabupaten/kota.Namun, angka ini terus bertambah hingga pada 25 Oktober telah mencapai 360 kabupaten/kota. Target kita seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning dan hijau. Kita tidak boleh merasa puas di zona oranye,” katanya saat konferensi pers, Kamis (29/10/2020).

Bahkan dia menyebut terdapat 54 kabupaten/kota yang selama 10 minggu berturut-turut berada di zona oranye. Dia mengatakan bahwa zona oranye tetaplah berbahaya.

“Ini yang kami sebut sebagai perasaan nyaman. Tidak ada di zona merah tapi berada di zona oranye dalam waktu lama. Satgas sangat menyayangkan kondisi ini. Seluruh daerah harus terus belajar dan berupaya tingkatkan penanganan covid-19 di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengingatkan perlu ada evaluasi terhadap penanganan covid di 54 kabupaten/kota ini.

“Kami tahu keadaan berkepanjangan melelahkan tapi kita harus waspada karena menyangkut nyawa manusia. Jika selama 10 minggu tidak berpindah zona risiko, artinya perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan covid-19,” ungkapnya.

Daerah-daerah tersbeut antara lain Aceh Tengah, Asahan, Karo,Kota Pematangsiantar, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba Samosir, Sumatera Selatan, Banyuasin, Kota Palembang, dan Kota Prabumulih.

Kota Solok,Bintan,Bogor, Demak, Grobogan, Kota Magelang, Purworejo, Sragen, Blitar, Jember, Jombang,Pandeglang, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, Lombok Barat, Bulungan, Paser,Kapuas, Katingan, Pulang Pisau.

Kota Banjarbaru, Tanah Bumbu, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Minahasa Selatan, Sulawesi Selatan, Gowa, Luwu Utara, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Sinjai, Buton, Buton Tengah, Kota Bau Bau, Mamuju, Gorontalo Utara, Halmahera Utara, Kota Ternate, Keerom.

“Kami menunggu 54 kabupaten/ kota untuk bisa berpindah jadi zona kuning di minggu depan,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini