Perludem Sebut Masyarakat Jadi Ujung Tombak Pengawasan Prokes di Pilkada

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Kamis 29 Oktober 2020 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 337 2301356 perludem-sebut-masyarakat-jadi-ujung-tombak-pengawasan-prokes-di-pilkada-P1EvDQNzpK.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 perlu kedislipinan tinggi karena diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19. KPU dan pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan saat memilih.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Pengawas Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan bahwa saat ini sudah mulai ada perbaikan perilaku pasangan calon (paslon) dalam menjalankan tahapan pilkada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, suara kritis publik dan pengawasan yang intensif terhadap kepatuhan pasangan calon atas penerapan prokes dapat menekan pelanggaran. Pelanggar dapat secara otomatis berbenah diri karena mendapat sorotan tajam.

"Makanya mulai ada perbaikan perilaku calon terkait disiplin pada protokol kesehatan," katanya.

Titi juga meminta pengawas dan penegak hukum tidak lengah karena biasanya semakin mendekati masa tenang dan hari pemungutan suara, kompetisi akan semakin sengit dan cenderung panas. Biasanya potensi pelanggaran akan meningkat.

Baca Juga: Jelang Pilkada, KPU Akui Masih Banyak Warga Tak Miliki Data Kependudukan

"Oleh karena itu strategi pengawasan harus diefektifkan dan mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam melakukan pengawas terhadap calon dan timnya untuk patuh pada aturan main dan prokes yang ada," tutupnya.

Sejumlah paslon yang patuh menerapkan protokol kesehatan pada setiap kampanye diantaranya terjadi di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo mengatakan, dua kandidat kepala daerah di sana melaksanakan tahapan pemilihan sesuai prokes.

Begitu juga yang terjadi di Pilkada Kota Mataram. Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menilai empat paslon di Pilkada Kota Mataram mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Selain patuh terhadap protokol kesehatan, sejumlah paslon juga telah memanfaatkan kampanye sebagai momentum melawan Covid-19. Seperti yang telah dilakukan oleh tim paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

Paslon Appi-Rahman telah melakukan tes swab gratis terhadap 1.000 orang lebih, membagikan setengah juta masker dan handzanitizer, melakakukan penyemprotan cairan disinfektan dan fogging pemukiman di 153 kelurahan yang ada di Makassar.

Ada pula relawan Digital Provinsi Kepri Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Isdianto-Suryani (Redi Insani) membagikan masker bermotif batik kepada masyarakat. Koordinator Redi Insani, Rian Redi menyebut semua masker hasil dari donasi relawan ada 5000 masker yang didonasikan ke masyarakat yang berempati dengan gerakan-gerakan kampanye kreatif Redi Insani.

Seperti diketahui Bawaslu daerah berkerja ekstra dalam mengawasi masa kampanye. Penindakan tegas semakin intensif dilakukan Bawaslu dalam menekan pelanggaran seperti terjadi di sejumlah daerah antara lain Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini