Kesal Dituding PKI, Megawati: Buktikan, Jangan Hanya Bohongi Rakyat!

Abdul Rochim, Koran SI · Kamis 29 Oktober 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 337 2301305 kesal-dituding-pki-megawati-buktikan-jangan-hanya-bohongi-rakyat-VDnLaPTywn.jpg (Foto: Abdul Rochim)

JAKARTA - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengaku kesal karena masyarakat Indonesia masih sering berkutat pada isu-isu yang tidak benar, namun justru sengaja diviralkan. Dia mencontohkan tuduhan bahwa dirinya, PDIP hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Lama-lama saya kesal. Saya nanya acara ini bisa viral apa tidak? Viral, oke. Saya yang ngomong ini, nanti kalian lihat kalau saya di-bully, lawan. Masa presiden kelima RI dibilang PKI? Terus Pak Jokowi, pilihan rakyat langsung lho. Kecuali presiden tidak langsung, ada kemungkinan. Ini (dipilih) rakyat langsung lho, dua kali, kita pengusungnya, mau lagi dibilang katanya turunan bapak ibunya tak jelas. Bayangkan Presiden RI (dibegitukan)," ungkap Megawati saat Peresmian 13 Kantor PDIP dan Patung Bung Karno sekaligus Peringatan Sumpah Pemuda secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Megawati menegaskan, ayahnya, Bung Karno adalah pendiri Republik. Begitu pula ibunya, Fatmawati, juga adalah pahlawan nasional. Megawati sendiri tiga periode menjadi anggota DPR, pernah menjadi presiden dan wakil presiden. Megawati juga menerima berbagai penghargaan, termasuk gelar doktor kehormatan dari berbagai kampus dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, tidak mungkin dirinya bisa mencapai itu semua bila dirinya adalah anggota PKI.

"Maksud saya tidak untuk sama sekali untuk menyombongkan diri. Tapi ini fakta pengalaman hidup, ngapain orang zaman gini masih ngomongin PKI? PKI buktikan dong. Ada aturannya, jangan hanya untuk membohongi rakyat," ujar Presiden ke-V RI itu.

Baca juga: Soal Deklarasi KAMI, Megawati: Banyak Banget yang Ingin Jadi Presiden

Awalnya, Megawati berbicara soal pentingnya membangun bangsa dan negara agar Indonesia bisa bertahan sepanjang masa untuk anak dan cucu. Pengalaman negara lain yang lebih maju seperti Amerika Serikat dan China harus dipelajari oleh orang-orang Indonesia.

"Suatu masa kalian (kita) juga habis, pensiun. Pasti akan ada turunan, anak keturunan kita. Masa negara yang sudah merdeka 75 tahun ini tidak bisa bersaing dengan negara-negara lain?" kata Megawati.

"Kita mesti jangan jadi kuper, buka diri ke dunia. Anak muda kita, aduh, saya bilang sama presiden, jangan dimanja. Generasi kita generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral," kata Megawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini