Mengulik Peluang dan Tantangan Komunikasi di Era Disrupsi

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 29 Oktober 2020 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 337 2300987 mengulik-peluang-dan-tantangan-komunikasi-di-era-disrupsi-YYKR8gzUAl.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Perkembangan arus informasi yang kian pesat membuat terjadinya sejumlah perubahan atau disrupsi di masyarakat. Cara-cara lama dalam menyalurkan informasi sudah mulai berubah seiring dengan pesatnya perkembangan zaman.

Dalam diskusi bertajuk 'Komunikasi Publik dan Elit di Era Disrupsi' Pemimpin Redaksi Okezone.com, M Budi Santosa membeberkan sejumlah peluang dan tantangan ditengah disrupsi informasi tersebut.

Menurutnya saat ini yang menjadi tantangan utama adalah adanya bias informasi. Menurutnya banyak komunikasi yang justru masih ambigu yang disampaikan ke masyarakat.

"Ini jadi pelajaran kita semua kita, kita melakukan komunikasi era seperti ini komunikasi harus jelas hindari kata multitafsir gunakan diksi yang pas," kata Budi Rabu (28/10/2020).

Budi mengatakan, di era disrupsi informasi juga terjadi penyatuan antara fakta dan informasi palsu. Hal itu akan menyebabkan kecendrungan masyarakat untuk meragukan apa yang disampaikan para elit politik.

"Ada survei dari Edelman Trust Barometer 2020, bagaimana positioning media dan goverment seperti apa ketika dibandingkan dengan ethic dan kompetensi. Ternyata secara global positioning goverment dalam hal ini elit ini dalam posisi yang tidak bagus artinya kompetensinya rendah. Media mendingan masuk ke dua ranah ethik dan kompeten," ujarnya.

Kendati begitu lanjut Budi banyak peluang positif yang dapat diambil ditengah disrupsi tersebut. Salah satunya adalah dapat mengetahui secara langsung dampak dari informasi yang dibuat.

"Kalau di digital online terukur sekali audiencenya, readnya, klikernya, itu ada. Termasuk sosmed akan terlihat berapa sebaran read kita yang mengikuti pola komunikasi kita, kemudian akan terlihat responya seperti apa, apa ada yang like un-like atau mencaci maki. Namun kita juga bisa targetkan audience jelas," bebernya.

Selain itu kata dia, peluang yang bisa diambil adalah banyak platform yang menambah pola interaksi. Jika sebelumnya searah kini memungkinkan dua arah. "Ini akan memungkinkan kita memberikan feedback secara cepat atas informasi yang kita sampaikan," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini