Ini Alasan Polri Tidak Menahan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 28 Oktober 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 337 2300875 ini-alasan-polri-tidak-menahan-tersangka-kasus-kebakaran-kejagung-7F1M6rrbYP.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Penyidik Bareskrim telah rampung memeriksa tujuh tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Selasa 27 Oktober 2020 malam.

Usai diperiksa, penyidik memutuskan tidak menahan para tersangka, lantaran semua tersangka dinilai kooperatif.

"Tujuh tersangka sudah dilakukan pemeriksaan mulai pukul 10.30 WIB sampai 19.30 WIB dan keseluruhan tersangka semuanya kooperatif dan atas jaminan pengacara sehingga penyidik tidak melakukan penahanan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020).

Baca juga:

Bareskrim Tetapkan Pejabat Kejagung Tersangka Kasus Kebakaran, Ini Perannya

Begini Nasib Cleaning Service Tajir Dalam Kasus Kebakaran Kejagung

Ini Peran 8 Tersangka Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung

Awi menyebut, satu tersangka dari Kejagung, NH tidak bisa hadir saat pemeriksaan. Sehingga, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung pada pekan depan.

"Tersangka NH akan dilakukan pemanggilan ulang pada 2 November 2020," jelas Awi.

Ketujuh tersangka yakni Direktur Utama PT APM, R, lalu lima orang tukang yakni T, H, S, K, dan IS, serta seorang mandor para UAN.

Dalam kasus kebakaran Kejagung, Bareskrim Polri sudah menetapkan delapan tersangka. Sementara MH tidak menjalani pemeriksaan dengan alasan sakit.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, tujuh orang tersangka kasus dugaan kebakaran Kejagung tidak ditahan dengan alasan kooperatif.

"Pemeriksaan dimulai pukul 10.30-19.00 WIB dan mengingat para tersangka dianggap kooperatif maka tidak dilakukan penahanan," kata Argo kepada Okezone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini