Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Mobilisasi saat Libur Panjang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 28 Oktober 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 337 2300635 antisipasi-lonjakan-kasus-covid-19-pemerintah-diminta-perketat-mobilisasi-saat-libur-panjang-pPQEkypiXK.jpg Banyak wisatawan tak pakai masker saat jalan-jalan ke pantai di Banten, Jumat (21/8/2020). (Foto : iNews/Iskandar Nasution)

JAKARTA – Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat mobilisasi serta interaksi antar manusia saat libur panjang menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

"Jadi, kalau dari sisi pemerintah dengan meminimalkan mobilisasi dan interaksi tentu imbauan keluar rumah itu bila sangat perlu, bila sehat, kemudian juga tidak dianjurkan ke luar daerah," kata Dicky saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2020).

Menurut Dicky, penanganan virus corona di Indonesia belum terkendali dengàn baik. Oleh karenanya, pemerintah diminta tidak boleh abai terhadap penerapan protokol kesehatan di masyarakat saat libur panjang seperti saat ini.

"Di banyak negara yang penanganannya jauh lebih terkendali, umumnya batasan pergerakan manusia ini hanya 25 km dari rumahnya. Jadi begitu pentingnya meminimalkan mobilisasi," ucapnya.

Ia juga meminta Pemda setempat membuat daftar wisata yang risiko penularan virus coronanya kecil saat musim libur panjang seperti saat ini. Tentu saja, kata Dicky, tempat wisata itu berada di luar ruangan.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luncurkan BLC Pantau Kepatuhan Protokol Kesehatan

"Kemudian pemerintah juga harus bisa mengira-ngira tujuan yang bakal didatangi penduduk itu sudah memiliki Covid-19 safety plan atau protokol yang dibuat, dipahami, dan dilaksanakan belum, ini yang harus dilakukan," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini