Satgas Covid-19 Luncurkan BLC Pantau Kepatuhan Protokol Kesehatan

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 27 Oktober 2020 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 337 2300562 satgas-covid-19-luncurkan-blc-pantau-kepatuhan-protokol-kesehatan-cvJPdYJEIe.jpg Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan sebuah sistem untuk memantau kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa hal ini sebagai salah satu upaya preventif promotif kesehatan dalam penanganan Covid -19.

“Maka diluncurkan sebuah inovasi oleh Satgas Penanganan Covid dari bidang data dan IT, dan tim pakar Satgas Penanganan Covid-19 untuk melakukan monitoring perubahan perilaku terkait kedisiplinan protokol kesehatan,” katanya saat konferensi pers, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga:  70% Kabupaten/Kota Zona Oranye Covid-19, Satgas: Bukti Banyak Daerah Terlena

Dia mengatakan, inovasi tersebut disebut Sistem Bersama Lawan Covid-19 atau BLC Perubahan Perilaku. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan data yang real time, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas, dan sistem yang melibatkan koordinasi antar lintas sektor.

“Melalui sistem ini petugas di lapangan dapat memasukan berbagai data terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di lokasi-lokasi pengawasan secara real time,” ujarnya.

Wiku menjelaskan data dari lapangan itu akan diolah menjadi data statistik mengetahui lokasi atau area terbanyak yang ditemukan pelanggaran protokol kesehatan. Data statistik ini nantinya akan digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Yustisi.

Kemudian, salah satu fitur yang terdapat sistem BLC Perubahan Perilaku adalah kuisioner untuk melaporkan kerumunan yang terjadi dan memonitor kepatuhan institusi terhadap protokol kesehatan.

“Fitur ini digunakan untuk melihat dan melaporkan kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan. Selain itu, data yang dimasukkan juga bisa digunakan untuk memetakan lokasi-lokasi termasuk juga institusi yang masih perlu ditingkatkan kedisiplinannya terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Rata-Rata Kesembuhan Pasien Covid-19 Dunia Menurun, Indonesia Meningkat

Wiku menuturkan, hasil laporan monitoring perubahan perilaku akan berbentuk sebuah dashboard nasional alat navigasi. Menurutnya penggunaan sistem ini sudah berjalan selama empat minggu. Di mana, sampai tanggal 26 Oktober sudah ada jutaan orang yang terpantau.

“Ini diketahui sudah ada 18.960.212 orang yang dipantau. 3.048.380 titik pantau di seluruh Indonesia. Dan ada 495,Kabupaten kota yang telah terpantau. Dan seluruh provinsi di Indonesia telah ikut terpantau,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam mengoperasikan sistem ini Satgas menggunakan sistem kemitraan. Di mana, saat ini sudah terdapat 95 ribu anggota TNI yang bertugas di lapangan dan melaporkan kondisi di lapangan setiap detiknya kepada Satgas.

“Begitu juga Polri ada sebanyak hampir 200 ribu yaitu 196.668 petugas lapangan di Indonesia. Kemudian, ada relawan satgas di bidang perubahan perilaku, yaitu duta perubahan perilaku ada 17.199 orang yang terdiri dari PLKB atau petugas lapangan keluarga berencana mahasiswa dan dosen, KKI atau koalisi kependudukan Indonesia, KMK koalisi muda kependudukan dan satpol PP,” jelasnya.

Wiku menjelaskan bahwa sistem ini untuk mengantisipasi supaya virusnya tak menular kepada manusia. Menurutnya, perubahan perilaku adalah kunci untuk mencegah penularan.

“Sistem ini kedepannya diharapkan dapat menjadi alat navigasi kepada upaya lanjutan perubahan perilaku dan arahan strategis komunikasi publik kedepannya. Ingat bahwa tak ada toleransi dengan ketidakpatuhan protokol kesehatan.Jika sudah ada bukti ketidakpatuhan harus ditindak dengan tegas,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini