Kasus Kebakaran, PPK Kejagung Mangkir Pemanggilan Bareskrim

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 337 2300369 kasus-kebakaran-ppk-kejagung-mangkir-pemanggilan-bareskrim-OMX4ragU3m.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Awi (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kejaksaan Agung (Kejagung) berinisial NH mangkir dari pemanggilan penyidik Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan kebakaran markas Korps Adhyaksa.

"Satu orang atas nama NH sebagai PPK Kejagung tidak hadir," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2020).

Ketidakhadiran NH sendiri dikabarkan melalui kuasa hukum yang bersangkutan melalui sepucuk surat ke penyidik. Alasannya lantaran NH sedang mengalami sakit.

Setelah menerima surat itu, Awi menyatakan, penyidik sudah meminta surat dokter yang menyatakan NH sakit. Namun, pihak kuasa hukum tidak mampu memberikan hal tersebut.

Baca juga:

Hari Ini, Bareskrim Periksa 8 Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Pejabatnya Jadi Tersangka Kasus Kebakaran, Ini Respons Kejagung

"Ditanya penyidik surat dokter yang bersangkutan belum bisa tunjukan. Kami jadwalkan ulang kami panggil lagi NH," ucap Awi.

Sementara itu, kata Awi, dalam pemeriksaan saat ini ada tujuh orang tersangka yang menghadiri dalam pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri hari ini.

"Bahwasannya hari ini yaitu S, H, T, K, UAM, S dan R," ujar Awi.

 

Sebelumnya, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejaksaan Agung adalah adanya kealpaan dari delapan orang tersangka tersebut.

Adapun delapan orang tersangka itu yakni, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R. Dan yang terakhir, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NH.

Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini