Respons Sikap Macron, PAN Ajak Seluruh Elemen Beri Pelajaran ke Prancis

Kiswondari, Sindonews · Selasa 27 Oktober 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 337 2300262 respons-sikap-macron-pan-ajak-seluruh-elemen-beri-pelajaran-ke-prancis-gkUSozwe6p.jpg Ilustrasi (Foto : Sindo)

JAKARTA - Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi. Macron pun menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia dan menuduh komunitas muslim di negaranya sebagai separatis.

"Sebagai bangsa yang mencintai perdamaian dan menghormati keyakinan dan ajaran agama seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia, kita mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang tidak begitu mempedulikan perasaan umat Islam yang saat ini tersakiti akibat penyebaran kartun Nabi Muhammad SAW. Dan secara kelembagaan mereka tidak mau untuk mencabut kartun tersebut dari peredaran," kata Saleh saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Karena itu, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini memgajak umat Islam untjk betul-betul meningkatkan solidaritas. Sebab, ada semacam penggiringan opini yang sengaja dilakukan oleh Macron seolah Islam itu radikalis dan sangat berorientasi pada kekerasan.

"Dalam konteks ini, seluruh elemen umat Islam Indonesia diharapkan betul-betul bersatu-padu untuk memberikan pelajaran kepada Prancis. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memboikot seluruh produk-produk yang datang dari Prancis," imbaunya.

Menurut anggota Komisi IX DPR ini, di Indonesia ini banyak perusahaan Prancis dan produk-produk mereka banyak diperjualbelikan. Sehingga, salah satu manisfestasi dari solidaritas umat Islam di Indonesia yang mana, Indonesia ini memiliki warga negara muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memboikot produk-produk tersebut.

"Saya kira ini penting dilakukan supaya perilaku seperti ini tidak terjadi lagi. Karena sangat disayangkan kok ada kepala negara yang bertindak seperti ini. Itu tentu sangat tidak pantas. Sebab kalau sudah pada tataran kepala negara yang melakukan, dikhawatirkan akan memicu munculnya rasa saling curiga, saling benci, bahkan bukan hanya antara-umat beragama tapi juga antarnegara," tegas Saleh.

Baca Juga : Arab Saudi Kutuk Kartun Menghina Nabi Muhammad

Selain itu, Saleh menambahkan, dirinya juga meminta kepada pemerintah kita untuk juga memberikan nota protes kepada pemerintah Prancis, sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia. Jadi, pemerintah kita harus tegas untuk melakukan protes itu.

"Karena negara-negara lain juga melakukan hal yang sama, seperti Pakistan, bahkan Erdogan di Turki dengan tegas juga mengecam. Semestinya kita juga mengingatkan Prancis lebih tegas lagi. Kita kan negara dengan umat muslim terbesar di dunia. Wajar berdiri di barisan terdepan untuk memberikan peringatan keras kepada Prancis," pungkas Ketua DPP PAN ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini