KPU Dinilai Belum Optimal Manfaatkan Medsos Sosialisasi Pilkada 2020

Felldy Utama, iNews · Selasa 27 Oktober 2020 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 337 2300225 kpu-dinilai-belum-optimal-manfaatkan-medsos-sosialisasi-pilkada-2020-Ryf3QQxHeF.jpg Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang belum bisa mengoptimalkan media sosialnya sebagai sarana sosialisasi dari setiap tahapan pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

"Dari hasil pengamatan saya, media sosial juga masih belum optimal digunakan penyelenggara dalam menyosialisasikan informasi Pilkada 2020," kata Titi kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Dia melihat, hampir semua penyelenggara khususnya KPU memiliki akun media sosial dan juga website. Namun, belum semuanya aktif serius menjadikan media sosial sebagai instrumen sosialisasi.

Baca Juga:  KPU Tindak Lanjuti Putusan Bawaslu Loloskan Calon Kepala Daerah Eks Napi

Unggahannya pun, kata dia, masih terbatas pada aktivitas kelembagaan KPU. Termasuk juga KPU RI sendiri masih sangat minim dalam melakukan sosialisasi Pilkada menggunakan medsos.

"Ada infografis dan video sosialisasi, tapi belum dikelola secara konstan atau berkelanjutan. Masih bersifat musiman saja," ujarnya.

Titi menyarakan, KPU seharusnya menyiapkan personel dan program khusus untuk terus memutakhirkan informasi penyelenggaran Pilkada 2020 melalui sarana media sosial dan websitenya. Menurut dia, apabila itu dilakukan bisa memicu keterlibatan lebih baik dari para milennial, pemilih muda, kelompok pekerja, dan dunia kampus untuk ambil bagian di Pilkada 2020.

Baca Juga:  Perludem: Ada 2 Mantan Napi Lolos Nyalon Pilkada 2020 

Di samping itu, Titi menilai bahwa KPU RI bisa jadi contoh sebenarnya bagi KPU di daerah dalam kaitan ini. Untuk itu, dia menyarankan KPU membuat peta jalan (road map) atau SOP khusus bagi penggunaan media sosial dan media daring di lingkungan kelembagaan KPU dalam rangka memaksimalkan sosialisasi penyelenggaraan Pilkada 2020.

"Kan calon didorong untuk memaksimalkan media daring dan media sosial. Nah, oleh karena itu penyelenggara harus mampu bahwa mereka bisa melakukan hal tersebut dengan baik pula," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini