Menko PMK Imbau Keluarga Lakukan Adaptasi di Masa Pandemi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 337 2300129 menko-pmk-imbau-keluarga-lakukan-adaptasi-di-masa-pandemi-E0B2BktAbj.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto : Kemenko PMK)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghimbau agar setiap keluarga dapat melakukan adaptasi dengan segala kemungkinan yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Apalagi, menurut Muhadjir pandemi Covid-19 sudah memberikan dampak terhadap masyarakat. Seperti halnya kesulitan ekonomi akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) disinyalir menjadi pemicu banyaknya kejadian kekerasan dalam rumah tangga hingga berujung pada kasus perceraian.

“Faktor utama dari adaptasi ini tidak lain adalah pemahaman dan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga secara menyeluruh,” ujarnya Muhadjir sebagaimana dalam siaran persnya, Selasa (27/10/2020).

Muhadjir memaprkan ada tiga kategori proses kunci resiliensi atau proses dinamis yang mengarah pada adaptasi dalam menghadapi situasi sulit. Pertama, sistem keyakinan keluarga, kedua, pola organisasi, dan ketiga, proses komunikasi.

Sistem keyakinan keluarga dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga dalam memberi makna secara positif dan optimis terhadap kesulitan yang dihadapi dengan menempatkan keyakinan terhadap tuhan. Sedangkan, pola organisasi salah satunya adalah kemampuan menyesuaikan diri.

Baca Juga : Warga Tangerang Diimbau di Rumah Saja saat Libur Panjang 

Baca Juga : Positif Covid-19, KH Fahrurrozi Ishaq Wafat

Sementara, lanjut Muhadjir, proses komunikasi adalah kemampuan keluarga dalam memberikan kejelasan terhadap permasalahan yang dihadapi dan berbagi emosi positif satu sama lain dalam bekerja sama memecahkan masalah.

“Berjalannya fungsi-fungsi keluarga dengan baik akan melahirkan keluarga sejahtera lahir dan batin serta keluarga berketahanan. Sehingga demikian, akan mewujudkan keluarga berkualitas sebagai landasan atau pondasi dari ketahanan nasional,” bebernya.

Lebih lanjut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengklaim pemerintah melalui kementerian dan lembaga telah melakukan intervensi program atau kegiatan lintas sektor dengan fokus pembangunan keluarga dan keluarga sebagai objek utama penerima.

Ia menyebut selain faktor risiko yang bisa mengancam daya tahan keluarga juga terdapat faktor protektif yang ada selama masa pandemi. Mulai dari tingginya kepedulian pasangan dalam membantu pekerjaan satu sama lain.

“Selain itu, tingginya komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga serta adanya pembagian peran berimbang dalam hal pengasuhan antara suami dan istri,” kata Muhadjir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini