Sidang Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Klaim Tak Pernah Perintahkan Nominee

Irfan Ma'ruf, iNews · Senin 26 Oktober 2020 23:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 337 2299988 sidang-kasus-jiwasraya-heru-hidayat-klaim-tak-pernah-perintahkan-nominee-5hWiZrWpUI.jpg Sidang kasus Jiwasraya. (Foto : iNews/Irfan Maruf)

JAKARTA - Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat mengklaim dirinya tidak pernah terbukti memerintahkan dan menyuruh manajer investasi (MI) melakukan underlying saham dan reksadana PT Asuransi Jiwasraya di pasar modal. Selama persidangan kasus Jiwasraya, kata Heru, JPU sama sekali tidak bisa membuktikan hal tersebut.

"Salama persidangan, klien kami (Heru Hidayat) tidak pernah terbukti memerintahkan Manajer Investasi dan tidak pernah terbukti menyuruh Manajer Investasi melakukan underlying saham dan reksadana Jiwasraya," ujar Tim Penasihat Hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/10/2020).

Kresna mengklaim, Heru Hidayat tidak pernah berhubungan dengan investasi Jiwasraya dan tidak mengenal para manajer investasi (MI). Begitu juga, dengan tuduhan nominee Heru Hidayat yang tidak terbukti sama sekali dalam persidangan.

Dalam persidangan, nominee yang dituding nominee kliennya, merupakan nominee Piter Rasiman. Apalagi telah diakui sendiri oleh Piter Rasiman.

"Nama nominee klien kami juga tidak terbukti. Dalam persidangan jelas bahwa nominee tersebut adalah nominee dari Piter Rasiman dan diakui oleh Piter Rasiman segala transaksi saham Piter Rasiman tidak terkait dan tidak diketahui oleh Heru Hidayat," terang dia.

Baca Juga : Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup & Bayar Uang Pengganti Rp10,7 Triliun

Kresna menyebut tidak ada bukti bahwa kliennya terlibat dalam aktivitas goreng saham. Dalam fakta persidangan tidak satupun yang membuktikan Heru Hidayat melakukan goreng saham.

"Tukang goreng saham pun klien kami tidak ada yang sebut. Lalu apa salah klien kami?" tuturnya.

Kresna pun menilai putusan hakim atas kliennya tidak berdasarkan fakta-fakta persidangan. Pasalnya, apa yang dituduhkan kepada kliennya tidak terbukti sama sekali mulai dari tuduhan memerintahkan manajer investasi, soal nominee, goreng saham hingga aliran dana ke kliennya.

"Jadi putusan ini hanya berdasarkan asumsi-asumsi, tanpa didukung fakta-fakta persidangan selama ini," tutur Kresna.

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini