Elektabilitas Turun, PAN Tegaskan Tak Ada Hubungannya dengan Partai Ummat

Kiswondari, Sindonews · Senin 26 Oktober 2020 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 337 2299891 elektabilitas-turun-pan-tegaskan-tak-ada-hubungannya-dengan-partai-ummat-4zK0gPzqPU.jpg Juru Bicara PAN Viva Yoga Mauladi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam survei Indikator Politik Indonesia yang bertajuk "Politik, Demokrasi dan Pilkada di Era Pandemi" yang dirilis, Minggu 25 Oktober 2020 kemarin, elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami penurunan dari 2% pada Juli 2020 menjadi 1,1% pada September 2020.

Tak sedikit yang mengaitkan turunnya elektabilitas partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu dengan perginya Amien Rais yang juga mendirikan partai baru, Partai Ummat. 

Baca Juga: Bima Arya: Saya Sedih, Kenapa Amien Rais Dirikan Partai Baru

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa perginya Amien Rais dari PAN tidak memiliki relevansi dengan turunnya hasil survei PAN. Bahkan, menurutnya kepergian Amien dan Partai Ummat tidak menjadi faktor yang berpengaruh terhadap PAN.

"Soal ini tidak ada relevansinya dan tidak menjadi faktor yang berpengaruh," kata Viva kepada SINDO Media, Senin (26/10/2020).

Wakil Ketua Umum PAN ini pun mengaku tidak kaget dengan hasil survei itu, karena sejak 2004 hingga tahun 2020 saat ini, elektabilitas PAN dalam survei selalu berkisar antara 1-2% saja. Meski PAN masif membuat program, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan.

"Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut maka sejak pemilu 2009 PAN seharusnya tidak lolos parliamentary threshold," tukasnya.

Baca Juga:  Pasha Ungu Jadi Ketua DPP PAN, Ternyata Berkaitan dengan Pilgub Sulteng

Padahal, sambung Viva, hasil pemilu ternyata berbeda 500% dengan apa yang ada dalam survei. Karena, PAN selalu lolos ke Senayan sejak Pemilu 2004 lalu demgan perolehan 6,01% hingga 7,59%.

"Padahal, hasil perolehan suara dan kursi di Pemilu sangat berbeda dengan hasil survei. Di Pemilu 2004 memperoleh suara nasional sebesar 6,44%, Pemilu 2009 sebesar 6,01%, Pemilu 2014 sebesar 7,59%, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84%," beber mantan politisi Senayan ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini