Besok, Polri Periksa 8 Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 337 2299519 besok-polri-periksa-8-tersangka-kebakaran-gedung-kejagung-W4S1aNVFEl.jpeg Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Gabungan Polri merencanakan memeriksa delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) besok, Selasa 27 Oktober 2020.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareksrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, rencana pemeriksaan terhadap delapan tersangka itu dilakukan oleh Tim Gabungan dan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

“Rencana delapan kasus Kebakaran Gedung Kejagung dipanggil dan akan diperiksa hari Selasa tanggal 27 Oktober jam 10.00 WIB, oleh Tim Penyidik Gabungan Dit Tipidum Bareskirm Polri, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Sambo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (26/10/2020).

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan Pejabat Kejagung Tersangka Kasus Kebakaran, Ini Perannya 

Sambo melanjutkan, pemeriksaan terhadap delapan tersangka ini akan dilakukan di rumah pemeriksaan Subdit 1 Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. “(Pemeriksaan) di ruang pemeriksaan Subdit 1 Dit Tipidum Bareskrim Polri,” bebernya.

 

Diketahui sebelumnya, Tim Gabungan Polri menetapkan sebanyak 8 tersangka dalam kasus kebakaran di Gedung Kejagung yang terjadi pada 22 Agustus 2020 lalu.

"Menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran ini karena kealpaanya," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Jumat 23 Oktober 2020.

Saat mengumumkan delapan tersangka tersebut, Argo menyebutkan PPK Kejagung di urutan terakhir yakni kedelapan. Jika diurutkan, tersangka pertama berinisial T dan kedua berinisial H.

"Ketiga inisial S, yang keempat adalah K, yang tukang ya," kata mantan kapolres Nunukan Polda Kaltim ini.

Baca Juga:  Begini Nasib Cleaning Service Tajir Dalam Kasus Kebakaran Kejagung

Selain itu, polisi menetapkan vendor PT ARM dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung. ARM dinilai telah melanggar lantaran memperjualbelikan cairan pembersih lantai yang mengandung solar.

"Ketujuh adalah vendor maupun PT ARM inisial R. Terakhir dari PPK inisial NH," tambahnya.

Adapun para tersangka dijerat dengan Pasal 188 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini