Kisah Dokter RSD Wisma Atlet Tenangkan Pasien Covid-19 yang Coba Bunuh Diri

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 24 Oktober 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 337 2298916 kisah-dokter-rsd-wisma-atlet-tenangkan-pasien-covid-19-yang-coba-bunuh-diri-TLvkJYVtld.jpg Danyonkes Denma TNI AU Letkol Kes Heru Wishnu.

JAKARTA - Komandan Batalyon Kesehatan Denma Mabes TNI AU Letkol Kes Heru Wishnu berbagi kisahnya ketika merawat pasien terkait Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. Salah satu tantangan merawat pasien Covid-19 yakni menenangkan kondisi psikologi para pasien.

Bahkan, dia memberi contoh, ada pasien yang harus dirawat di rumah sakit darurat itu sampai waktu kurang lebih dua bulan. Hal itu dikisahkan Wishnu dalam tayangan Podcast Puspen TNI Episode 5 dilihat Sabtu (24/10/2020).

BACA JUGA: HUT Ke-70 IDI, Jokowi : Terima Kasih Atas Perjuangan dan Pengorbanan

"Di sana ada yang 60 hari lebih isolasi diri. Bayangkan, setelah positif Covid-19 yang dipikirkan oleh para pasien adalah kapan saya negatif. Menunggu, kemudian diterapi, setelah itu swabnya masih positif. Kemudian nunggu lagi sampai jadwal berikutnya. Itu pasti merasakan tertekan," kata Wishnu.

Karena merasa tertekan, para pasien, lanjut Wishnu bercerita, ada yang sampai sudah melakukan percobaan bunuh diri. Menurutnya, banyak pasien terkait Covid-19 yang berpikir secara berlebihan kapan mereka bisa sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini.

"Makanya ada beberapa pasien yang sampai percobaan bunuh diri karena mungkin memikirkan Covid-19 dari sisi negatifnya. Jadi waktu itu sampai ada yang keluar jendela. Kita ketahui bersama bahwa Wisma Atlet ada 32 lantai, itu bayangkan kalau ada orang-orang yang sudah putus asa," tuturnya.

BACA JUGA: Mayoritas Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet dari Klaster Perkantoran dan Keluarga

Akan tetapi, dia mengungkapkan para pasien Covid-19 yang dirawat di RSD Wisma Atlet diperiksa perkembangannya setiap hari. Di setiap lantai rumah sakit itu, sambung Wishnu, ada dokter, perawat, serta profesi lainnya yang selalu berjaga.

Selain bersama dokter TNI lainnya, Wishnu menuturkan di rumah sakit itu dirinya bertugas bersama banyak sprsifikasi tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, hingga Tim Nubika (nuklir, biologi, dan kimia) dari tiga matra TNI. Tim Nubika adalah mereka yang punya keahlian dekontaminasi.

Untuk dokter yang bertugas, dia menjelaskan didominasi oleh dokter spesialis paru-paru, baik itu dari sipil maupun militer. Dokter sipil yang membantu pun datang dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengingat Covid-19 banyak menyerang paru-paru.

Tantangan selanjurnya yang menurut dia berat adalah banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani di RSD Wisma Atlet yang kemudian dihubungkan dengan perubahan protokol kesehatan terkait penangan pasien. Dia pun mengatasi tantangan itu dengan mengedepankan kesabaran.

"Kendala yang paling sulit yang saya rasakan bahwa RSD Wisma Atlet menangani ribuan pasien dengan dinamika Covid-19 yang sangat tinggi. Revisi-revisi tentang protokol kesehatan, cara penanganan Covid-19 sampai sekarang terus berkembang. Jadi itu kita harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan terakhir," ungkapnya.

"Itu sangat menantang dan membutuhkan kesabaran," katanya melanjutkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini