Gus Nur Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian dan Penghinaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 337 2298867 gus-nur-ditetapkan-tersangka-ujaran-kebencian-dan-penghinaan-08IxgFhjl7.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan Sugi Nur Raharja atau yang karib disapa Gus Nur sebagai tersangka. Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan.

"Iya sudah jadi tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2020).

Gus Nur diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di daerah Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020), dini hari. Saat ini, Gus Nur sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dari Malang.

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap Gus Nur Terkait Dugaan Ujaran Kebencian

Sekadar informasi, Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran dinilai telah menghina organisasi Nahdlatul Ulama, dalam sebuah pernyataannya di acara dialog salah satu kanal YouTube.

Laporan itu dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim. Polisi pun menerima pelaporan itu dengan nomor register LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

"Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU, tak hanya sekali ini. Tentu kami merasa ini tidak boleh kami diamkan perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur, oleh karena itu kami mencoba melaporkan ke Bareskrim," kata Aziz di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 21 Oktober 2020.

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap Gus Nur, Ini Komentar PBNU

Pelapor membawa barang bukti berupa CD yang berisikan pernyataan dari Gus Nur yang dianggap telah melecehkan NU serta disebut melakukan ujaran kebencian. Laporan dilakukan lantaran Gus Nur juga disebut telah berkali-kali menghina NU.

Terkait pelaporan ini, Aziz berharap aparat kepolisian bisa melakukan proses hukum terhadap upaya hukumnya itu. Menurutnya, pernyataan Gus Nur bukan hanya menyerang pribadi, melainkan menghina NU secara kelembagaan.

Tak hanya itu, dengan adanya laporan polisi ini, Aziz meminta kepada seluruh lapisan NU untuk menahan diri atau tidak melakukan main hakim sendiri. Ia menyebut untuk mempercayakan semua ini melalui proses hukum yang berlaku.

"Karena Gus Nur sudah melakukan ujaran kebencian tidak hanya personal, tapi organisasi. semua NU bisa meneduhkan pikirannya terutama terhadap Ansor dan Banser, karena saya takut kalau proses hukum tidak berjalan, mereka bisa bertindak masing-masing, mereka bisa melakukan apapun," ucap Aziz.

(dka)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini