Produk Halal Rendah, Ma'ruf Amin: Selama Ini Indonesia Hanya Jadi Tukang Stempel

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 337 2298828 produk-halal-rendah-ma-ruf-amin-selama-ini-indonesia-hanya-jadi-tukang-stempel-iJ3tndCZkK.jpg Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin menyoroti rendahnya kontribusi produk halal Indonesia terhadap pasar global dunia. Padahal menurutnya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia.

Dalam catatannya Ma'ruf mengatakan, pada 2018 Indonesia membelanjakan 214 miliar Dolar AS untuk produk halal atau mencapai 10 persen dari pangsa produk halal dunia. Indonesia bahkan menjadi konsumen terbesar dibanding negara mayoritas muslim lain.

BACA JUGA: Punya Potensi Besar, Kok RI Masih Rajin Impor Produk Halal?

"Namun sayang Indonesia masih banyak mengimpor produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan juga tukang stempel produk halal yang diimpor," kata Ma'ruf dalam pidatonya di webinar 'Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia', Sabtu (24/10/2020).

Ma'ruf menjelaskan, stempel yang dimaksud yakni Indonesia tercatat sebagai negara yang sering memberikan sertifikat halal kepada lebih dari 50 lembaga sertifikat halal di dunia, namun di sisi lain produk halalnya sendiri rendah.

"Jadi hampir seluruhnya memperoleh pengakuan, jadi Indonesia memang tukang stempel, tukang mengesahkan produk halal di berbagai negara di dunia," ungkapnya.

Ma'ruf mengungkapkan, pasar halal global memiliki potensi yang sangat besar. Pada 2018 konsumsi produk halal dunia mencapai 2,2 triliun Dolar AS dan akan terus berkembang mencapai 3,2 triliun Dolar AS pada 2024.

"Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," tuturnya.

BACA JUGA: Sertifikasi Halal pada Produk Makanan dan Minuman Gratis

Bahkan lanjut dia, Indonesia sendiri kalah dari Brasil yang telah berhasil mengekspor produk halal dengan nilai mencapai 5,5 miliar Dolar AS dan Australia 2,4 miliar Dolar AS.

"Untuk itu kita perlu bersungguh-sungguh untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Dengan sumber daya yang dimiliki saya percaya Indonesia memiliki peluang yang besar sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia," tandasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini