KSAD Temui Dirut BPJS Kesehatan Minta Data Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 337 2298702 ksad-temui-dirut-bpjs-kesehatan-minta-data-prioritas-penerima-vaksin-covid-19-3UbbCpw9nD.jpg KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: Dok KPCPEN)

JAKARTA - Wakil Ketua Pelaksana I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) yang juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa bertemu dengan Jajaran Direktur BPJS Kesehatan. 

Andika turut didampingi Wakil Ketua Pelaksana II KPCN, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Pertemuan tersebut adalah untuk meminta data masyarakat guna dilakukan penyusunan prioritas dalam proses vaksinasi Covid-19 yang rencananya dilakukan akhir tahun 2020 ini.

“Data yang dibutuhkan dalam penyusunan prioritas memang bukan hanya dari BPJS Kesehatan. Namun data dari BPJS Kesehatan merupakan ujung tombak dan ini harus kami akui,” kata Andika dalam keterangannya, Jumat (23/10/2020).

Karena itu, lanjut Andika, kedatangan dirinya bersama Wakapolri dengan harapan, BPJS Kesehatan dapat memberikan data dalam upaya membantu vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Daftar 4 Perusahaan Luar Negeri yang Pasok Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

“Oleh karena itu, kedatangan kami ke sini tidak maksud lain, kami ingin meminta data,” jelas Andika.

Sejalan dengan KSAD, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan data dari BPJS Kesehatan akan menjadi basis data untuk penyusunan masyarakat prioritas yang akan mendapat vaksin.   

“Semakin cepat kita dapat data dari BPJS Kesehatan, maka semakin cepat dan baik pula kita susun data prioritas," kata Gatot.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris akan memberikan dukungan data-data yang dibutuhkan oleh tim Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.   

“Ini bukan pertama kali juga kita share data dengan berbagai pihak, jadi ada protokol yang bisa kita sepakati bersama-sama. Sekali lagi ini suasana krisis, dan menurut saya ini penting dan Pak Presiden sudah instruksikan dalam waktu dekat sudah harus kelihatan skenarionya,” ujar Fachmi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini