Kejari Jaksel Limpahkan Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Pengadilan Tipikor

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 23 Oktober 2020 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 337 2298521 kejari-jaksel-limpahkan-kasus-red-notice-djoko-tjandra-ke-pengadilan-tipikor-zAMnTAVOq8.jpg Djoko Tjandra (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penghapusan red notice Djoko Tjandra dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Kasi Intel Kejari Jaksel Sri Odit Megonondo mengatakan, perkara tiga tersangka Irjen Napoelon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi telah dilimpahkan pada hari ini, Jumat, 23 Oktober 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.

"Jaksa penuntut umum telah melimpahkan perkara pidana atas nama terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi di pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Sri Odit saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Penjelasan Kejagung soal Jamuan Soto Betawi Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo 

Ketiga tersangka selanjutnya akan diadili di meja hijau Pengadilan Tipikor. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon sebelumnya mengaku siap mengikuti semua proses hukum sesuai waktu yang telah ditetapkan.

"Ada waktunya, ada tanggal mainnya," katanya di Kejari Jaksel, Jumat 16 Oktober 2020.

 

Tidak hanya itu, Napoleon juga siap membuka semua permasalahan yang menjeratnya di persidangan. "Kita buka semuanya nanti," ujarnya.

Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Keduanya disangka Pasal 5 Ayat (2), Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP.

Baca Juga:   Viral! Foto Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Nikmati Hidangan dari Kejari Jaksel 

Sedangkan Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya disangka Pasal 5 Ayat (1), Pasal 13 Undang-Undang 20 Tahun 2020 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini